Limapuluh Kota (Sumbar) Beritamerdekaonline.com — Hiruk pikuk yang mengabarkan terjadinya keretakan hubungan yang harmonis antara Bupati Safarudin dan Wakil bupati Rizki Kurniawan Nakasri sampai diketahui banyak pihak baik yang ada di kampung halaman atau ke ranah perantauan.
Beberapa bulan sang Wakil Bupati pernah tidak tampak puncak hidungnya di Luak Limopuluah bahkan diketahui berbulan- bulan tidak masuk kantor.
Apapun kegiatan Pemerintah Daerah yang menjadi tanggungjawab sang Wakil Bupati tidak berjalan dengan sempurna. Bahkan Bupati sendiri pun tidak mempedulikannya, memilih jalan sendiri-sendiri.
Mantan ketua DPRD Limapulih Kota yang tidak bersedia dituliskan namanya dalam berita ini, menyebutkan, selaku putra daerah dan tokoh masyarakat pihaknya sangat malu dan menyayangkan terjadinya hubungan yang tidak elok antra Bupati dengan Wakilnya. Cukuplah jadi pedoman kepada hal yang terjadi antara Irfendi Arbi dengan Ferizal Ridwan waktu yang lalu. Selain merugikan kepada daerah, malu kemana muka akan disurukan.
Hendaknya jangan menjadi budaya setiap ganti pemimpin terjadi hubungan yang tidak harmonis gegara persoalan kecil diperbesar-besarkan.
Mantan Ketua DPRD itu berharap, dihari yang bersejarah ke 182 lahirnya Kabupaten Limapuluh Kota 13 April 2023 ini, hendaknya menjadi sejarah pula hendaknya hubungan yang harmonis antara kedua putra daerah ini terjalin kembali.
Dengan hadirnya Wakil Bupati di sidang paripurna DPRD ini, mudah – mudahan menunjukkan perdamaian dari perang dingin antar Bupati dan Wakil Bupati yang selama ini jadi rahasia umum di masyarakat Limapuluh Kota. Kalau masih ada rasa dihati, tolong hentikan untuk masyarakat Limapuluh Kota,” Ucapnya.
Aswadi Janas juga mengatakan Masyarakat ingin menikmati kedamaian di Limapuluh Kota. Kedamaian itu dimulai dari pimpinan. Jadi di Ulang Tahun Limapuluh Kota yang ke 182 ini dan juga di bulan suci Ramadhan agar menjadi hari berakhirnya perang dingin di Kepala Daerah.
Peringatan HUT ke 182 Limapuluh Kota memang terasa semaraknya, barangkali dikarenakan kurangnya disepongangkan melalui media massa. Konon informasinya tahun 2023 ini Pemkab Limapuluh Kota sedang-sedang mengidap prnyakit kangker Alias kantong kering.
“Masyarakat Limapuluh Kota ingin kedamaian. Jadi jika pimpinannya perang, pasti bawahnnya juga ikutan perang. Sehingga kedamaian tidak dirasakan lagi di Limapuluh Kota ini,” Lanjutnya. Kedepannya Bupati dan Wakil Bupati dapat bekerja sama lagi dalam membangun Kabupaten Limapuluh Kota ini dan melanjutkan visi misi yang disampaikan saat semasa kampanye.(NS/FD)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan