Padang Panjang (Sumbar), Berita Merdeka Online – Satu tahun kepemimpinan Wali Kota Hendri Arnis dan Wakil Wali Kota Allex Saputra menjadi momentum penting bagi arah pembangunan Kota Padang Panjang. Sejak dilantik pada 20 Februari 2025, keduanya memasuki fase evaluasi awal untuk memperkuat fondasi program jangka panjang.
Pada tahun pertama ini, pemerintah menetapkan prioritas pada percepatan pelayanan dasar, perlindungan sosial, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Pendekatan ini dipilih agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara langsung oleh warga.
Wali Kota Hendri Arnis, BSBA., menegaskan bahwa komitmen utama adalah memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi dengan baik. Ia menekankan bahwa pembangunan harus diukur dari dampak nyata, bukan hanya pencapaian administratif.

Di sektor pendidikan, pemerintah menyalurkan program seragam gratis untuk siswa SD dan SMP. Program ini membantu meringankan beban orang tua dan memastikan semua anak mendapat akses pendidikan yang adil dan setara.
Selain itu, pengembangan Islamic Center menjadi salah satu agenda prioritas. Pemerintah memperkuat fasilitas, memperluas kegiatan, dan menyediakan kelas tahsin Al-Qur’an gratis yang dapat diikuti masyarakat secara berkala.
Pada ranah penguatan keluarga, Program Sekolah Keluarga hadir sebagai wadah pembelajaran bagi 80 ibu rumah tangga. Program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas pengasuhan dan memperkuat pendidikan karakter di lingkungan keluarga.
Sektor pelayanan sosial turut mendapat perhatian besar. Kehadiran Istana Lansia menjadi ruang aktivitas yang ramah bagi warga lanjut usia, dengan kegiatan kesehatan, sosial, hingga edukatif yang dilakukan rutin.

Pemerintah juga meresmikan Graha Disabilitas sebagai pusat layanan terpadu bagi penyandang disabilitas. Fasilitas ini tidak hanya memberikan bantuan kebutuhan dasar, tetapi juga membuka akses terhadap pelatihan keterampilan dan pemberdayaan ekonomi.
Hingga satu tahun berjalan, sebanyak 129 penerima manfaat telah mendapatkan layanan dari Graha Disabilitas. Capaian ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menghadirkan pembangunan yang inklusif dan merangkul seluruh kelompok rentan.
Wali Kota Hendri Arnis menegaskan bahwa pembangunan harus menjangkau semua lapisan masyarakat, termasuk mereka yang membutuhkan perhatian khusus. Ia menekankan bahwa pemerintahan tidak boleh meninggalkan satu pun warga.
Upaya memperluas perlindungan sosial juga dilakukan melalui implementasi program BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan. Program ini diberikan secara bertahap untuk memastikan masyarakat yang tidak memiliki perlindungan formal dapat bekerja dengan rasa aman.
Di bidang kesehatan, pemerintah memperkuat Program Golden Ages atau 1000 Hari Pertama Kehidupan. Dukungan diberikan melalui makanan tambahan untuk ibu hamil, balita berisiko, serta keluarga yang terdampak stunting.
Capaian Universal Health Coverage (UHC) pada 2025 menjadi bukti konkret kesungguhan pemerintah dalam menjamin akses kesehatan tanpa hambatan biaya. Dengan UHC, seluruh warga dapat memperoleh layanan kesehatan yang dibutuhkan kapan pun.
Di sektor ekonomi, pemerintah menyelenggarakan berbagai pelatihan seperti bahasa Jepang, hidroponik, tata rias, hingga pengembangan UMKM. Pelatihan ini membuka kesempatan bagi masyarakat untuk meningkatkan keterampilan dan daya saing.
Selain itu, program Walk In Interview menjadi ruang baru yang mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan secara langsung. Program ini disambut penuh antusias karena memberikan akses kerja tanpa proses yang berbelit.
Sektor pertanian juga mendapat dukungan melalui bantuan alat mesin pertanian, bibit, dan pupuk organik. Langkah ini ditempuh untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan pendapatan petani.
Wakil Wali Kota Allex Saputra menegaskan bahwa berbagai capaian yang hadir pada tahun pertama adalah hasil kerja bersama. Pemerintah mengapresiasi peran seluruh elemen masyarakat yang ikut berkontribusi dalam pembangunan.
Ia menambahkan bahwa memasuki tahun kedua, fokus pemerintah adalah memperkuat program prioritas dan memperluas dampaknya agar benar-benar terasa hingga tingkat paling bawah. Evaluasi dilakukan secara berkala untuk memastikan efektivitas kebijakan.
Pemerintah juga menekankan bahwa pembangunan harus berkeadilan dan inklusif. Seluruh warga memiliki hak yang sama untuk mendapatkan manfaat dari proses pembangunan yang berlangsung.
Menutup refleksi satu tahun, Wali Kota Hendri Arnis menegaskan kembali komitmen untuk terus bergerak, memperbaiki, dan melayani masyarakat. Ia menyampaikan bahwa Padang Panjang harus tumbuh sebagai kota yang maju, religius, dan bermarwah.
Visi tersebut dijadikan landasan untuk memperkuat kebijakan pada tahun-tahun berikutnya, dengan memastikan setiap langkah pembangunan berpihak kepada masyarakat.
Dengan fondasi yang telah diletakkan pada tahun pertama, pemerintah optimistis pembangunan Padang Panjang akan semakin progresif, berkelanjutan, dan memberi manfaat luas bagi seluruh warga.
Seluruh upaya ini menandai sebuah langkah awal yang kuat, yang diharapkan menjadi pijakan bagi masa depan Padang Panjang yang lebih baik.
Pemerintah berkomitmen menjaga ritme kerja agar pembangunan berjalan konsisten dan tepat sasaran, menghadirkan perubahan nyata dari waktu ke waktu.
Tahun pertama menjadi bukti bahwa pemerintahan baru telah bergerak dengan arah yang jelas: menghadirkan pelayanan publik yang cepat, inklusif, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Padang Panjang.
(Charles Nasution – Berita Merdeka Online)




Tinggalkan Balasan