Kabupaten Semarang – Ada yang berbeda di Dusun Gombyong, Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang. Di tengah aktivitas pembangunan melalui program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Kodim 0714/Salatiga, ketulusan dan kerja keras para prajurit justru memunculkan rasa haru sekaligus kebanggaan di tengah masyarakat.
Setiap hari, anggota Satgas TMMD turun langsung bekerja bersama warga. Panas matahari dan beratnya pekerjaan tidak menyurutkan semangat mereka untuk menyelesaikan berbagai sasaran pembangunan yang telah ditetapkan.
Bagi warga Dusun Gombyong, apa yang dilakukan para prajurit bukan sekadar menjalankan tugas. Keringat yang tercurah selama bekerja dinilai sebagai bentuk pengabdian tulus yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Sabtu (8/8/2026), suasana kebersamaan antara Satgas TMMD dan warga kembali terlihat di lokasi kegiatan. TNI dan masyarakat bahu-membahu menyelesaikan pekerjaan pembangunan dengan semangat gotong royong.
Kehadiran Satgas TMMD juga memberikan energi positif bagi warga. Semangat para prajurit yang bekerja tanpa mengenal lelah ikut mendorong masyarakat untuk terlibat aktif dalam setiap tahapan pembangunan.
Salah seorang warga Dusun Gombyong, Nyoto, mengungkapkan rasa hormat dan terima kasihnya kepada para anggota Satgas TMMD.
Menurutnya, pengabdian yang dilakukan dengan ketulusan dan keikhlasan akan memberikan manfaat yang jauh lebih besar daripada sekadar hasil pembangunan yang terlihat secara fisik.
“Kerja yang tulus dan ikhlas adalah ibadah. Kami sangat bangga melihat Satgas TMMD bekerja keras tanpa mengeluh. Insyaallah, apa yang mereka lakukan akan menjadi amal ibadah selamanya karena manfaatnya akan dirasakan oleh masyarakat,” ujar Nyoto.
Bagi masyarakat, kehadiran prajurit di tengah desa bukan hanya membawa tenaga dan kemampuan untuk membangun. Mereka juga membawa semangat kebersamaan yang kemudian menular kepada warga.
Program TMMD Reguler ke-129 menjadi ruang pertemuan antara pengabdian TNI dan semangat gotong royong masyarakat. Dari pekerjaan fisik hingga interaksi sehari-hari, hubungan antara prajurit dan warga semakin dekat.
Pembangunan yang dilakukan pun diharapkan tidak berhenti pada perubahan infrastruktur. Lebih dari itu, semangat kebersamaan dan kepedulian yang tumbuh selama pelaksanaan TMMD diharapkan terus hidup dan menjadi modal masyarakat untuk membangun desa secara mandiri.

Bagi warga Gombyong, jejak pengabdian para prajurit akan tetap dikenang. Sebab, yang ditinggalkan bukan hanya bangunan yang lebih baik, tetapi juga kenangan tentang orang-orang yang pernah hadir, bekerja bersama, dan mencurahkan keringat demi kemajuan desa. (Ikhsan)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan