Padang Panjang (Sumbar), Berita Merdeka Online — Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis, BSBA., menyinggung kinerja Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) saat Rapat Paripurna DPRD Kota Padang Panjang dalam agenda pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026. Sidang paripurna tersebut berlangsung di ruang rapat DPRD Kota Padang Panjang, Rabu malam (24/12/2025).
Pernyataan itu disampaikan Hendri Arnis menanggapi adanya pandangan fraksi DPRD yang menyinggung serta mengusulkan agar Dekranasda ditinjau ulang. Menurutnya, penilaian terhadap Dekranasda harus dilakukan secara objektif dan berbasis data yang jelas.
“Kalau mau menilai Dekranasda, lihat dulu prestasinya. Tadi saya sudah tanya langsung kepada Ketua Dekranasda, apa saja capaian yang sudah diraih semenjak jadi Ketua Dekranasda” ujar Hendri Arnis di hadapan pimpinan dan anggota DPRD.

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Padang Panjang memiliki data lengkap terkait kontribusi Dekranasda dalam mendorong kemajuan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Data tersebut meliputi kerja sama, kontrak pemasaran, hingga partisipasi produk UMKM Padang Panjang di tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional.
“Di sini ada Disperindag. Seharusnya tahu berapa kontrak UMKM kita, baik dengan kabupaten/kota di Sumatera Barat, nasional, hingga internasional. Datanya ada semua, mau saya buka,” tegasnya.
Hendri Arnis menyampaikan bahwa tujuan utama Dekranasda adalah membangkitkan UMKM lokal agar mampu naik kelas dan bersaing di level yang lebih tinggi. Namun demikian, ia menegaskan bahwa setiap program harus memberikan hasil nyata dan terukur.
“Kalau tidak ada hasilnya, Dekranasda itu bisa saja dikosongkan. Kita tidak hidup dari situ. Yang kita inginkan adalah bagaimana UMKM Padang Panjang bangkit dan percaya diri untuk tampil di level dunia,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga menyoroti masih rendahnya tingkat pemanfaatan dan pembelian produk UMKM Padang Panjang oleh masyarakat sendiri. Padahal, menurutnya, produk UMKM Padang Panjang telah tampil dan dipamerkan di berbagai ajang nasional.
“Produk UMKM kita dipamerkan di tingkat nasional. Tapi saya tanya, berapa dari kita yang membeli produk UMKM Padang Panjang? Bahkan daerah lain seperti Kota Pariaman justru belanja produk kita,” ungkapnya.
Hendri Arnis mengajak seluruh pihak, baik eksekutif maupun legislatif, untuk bersama-sama menyukseskan pengembangan UMKM sebagai bagian dari upaya membawa nama Padang Panjang ke tingkat nasional dan internasional.
“Untuk membawa nama Padang Panjang, kita harus bertarung di pusat, bukan di kota kecil ini. Kita harus berpikir lebih besar,” pungkasnya.
Rapat paripurna pengesahan APBD 2026 tersebut dibuka oleh Ketua DPRD Kota Padang Panjang Imbral, S.E., didampingi Wakil Ketua DPRD Nurafni Fitri, S.H., serta dihadiri 15 dari 20 anggota DPRD, unsur Forkopimda, seluruh OPD, camat, lurah se-Kota Padang Panjang, dan undangan terkait lainnya.
(Charles Nasution – Berita Merdeka Online)




Tinggalkan Balasan