GUNUNG KIDUL, BERITAMERDEKAONLINE.COM – Solikatun Aslamiah SE, adalah salah satu politikus Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) di Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi DIY. Sosoknya sudah tidak asing lagi, bagi masyarakat di kabupaten Gunung Kidul, karena sejak lama wanita karir ini menggeluti dunia politik.

“Sudah lama karir di politik, saya secara pribadi belajar berpolitik untuk membangun komunikasi dengan pemerintah, serta ikut memperjuangkan aspirasi masyarakat di Dapil saya kelak, khususnya para perempuan,” kata Solikatun, Senin (4/12/2023).

Munculnya pemimpin perempuan kelak di DPRD kata Solikatun, diharapkan bisa menjadi sosok percontohan bagi anggota perempuan lain, sekaligus memberikan akses yang lebih baik terhadap perubahan struktural parlemen sehingga tercipta impresi legislatif yang lebih setara secara gender, memperlancar dialog legislatif yang melibatkan peran perempuan sebagai gender dan meningkatkan urgensi pembahasan UU atau aturan lainnya yang terkait persoalan gender.

“Paling tidak untuk menyuarakan hak asasi para perempuan, saya bisa diamanahkan untuk memperjuangkannya. Khususnya kesetaraan gender, bagaimana membangun politik dan kerjasama dengan pemerintah, untuk wujudkan kepentingan para perempuan. Janji politik saya tidak banyak, intinya saya mau bekerja untuk masyarakat di Dapil saya,” ungkapnya.

Publik merasakan keterwakilan kelompok perempuan di parlemen dan tahu kehadiran perempuan itu penting. Sebab, menurut dia, publik merasa hampa dengan keterwakilan laki-laki di parlemen yang selalu gagal menampung aspirasi masyarakat.

“Perempuan harus menjadi alternatif pimpinan atau anggota di parlemen. Kalau tidak ada maka akan sulit perimbangannya. Kalau tidak tak ada keseimbangan, tak ada alternatif suara berbeda antara anggota dewan laki-laki dan perempuan,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, Solikatun Aslamiah, SE., adalah Calon Legislatif dari Partai Gerindra, untuk Kabupaten Gunung Kidul, Nomor Urut 3, Daerah Pemilihan V, meliputi Kapanewon Paliyan, Panggang, Purwosari, Saptosari dan Tanjungsari. (INT/SP)