Bengkulu Utara, Beritamerdekaonline.com – “Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata, SE merespon terkait akses jalan yang biasa dilalui kendaraan roda empat (R4) untuk menggangkut keluar atau menjual hasil bumi dari perkebunan masyarakat Lebong Tandai Kecamatan Napal Putih Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu.”

Itu jalan diluar kawasan seperti kita ketahui selama ini. Jadi yang bisa membangun jalan tersebut karya bakti TNI. Ujarnya kepada media ini, Rabu (20/8/2025).

“Terpisah seperti diketahui sebelumnya warga/masyarakat Lebong Tandai Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu, dimana tidak bisa menjual hasil perkebunannya sampai-sampai hasil perkebunan sepertinya berbuah pahit, dimana harus menumpuk dan membusuk dipenampungan tak jauh dari rumah para petani warga/masyarakat tersebut.”

Curhatan Misnawati warga Lebong Tandai entah bagaimana dan apa jadinya nasib kami ini petani, ucapnya sambil meneteskan air mata di moment HUT RI Ke- 80 tahun. Kami hanya minta tolong, dan ingin hasil perkebunan yang kami panen sudah berminggu dapat dijual untuk menyambung hidup dan kebutuhan anak-anak.

Baca Juga:

“HUT RI Ke- 80, Bukannya Merdeka Warga Lebong Tandai Menangis Karna Hasil Perkebunan Tak Bisa Dijual”

“Semenjak hujan dalam beberapa minggu ini, kendaraan roda empat tidak bisa masuk akibat akses jalan berlumpur yang masih berupa tanah, dan hasil panen perkebunan yang sudah berminggu membusuk. Jika memang tujuannya iklas dan bantu rakyat dari bawah tidak ada yang tidak mungkin dan juga kami berharap presiden dapat mendegarkan suara harapan kami ini.” Tambah dirinya kepada media ini sebelumnya.

“Menyambung apa yang disampaikan Bupati Bengkulu Utara, lanjut Bupati mengatakan Pemerintahan Daerah (Pemda) Bengkulu Utara, mana bisa bangun itu, tahun depan insyaallah kita minta atau suruh TNI untuk bangun jalan itu Hibah dari Pemda, tahun ini mana bisa.” Jelas Bupati kembali singkat menutup ketika merepon berita tersebut.” (Yapp)