Beritamerdekaonline.com, Jakarta – Pentingnya pemerintah melakukan pembenahan lewat terobosan dan akselerasi menjadi hal yang substansial. Apalagi, pekerja Migran dikenal sebagai penyumbang devisa negara terbesar kedua di Indonesia.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum BaraJP, Gustaaf AC Patty, jumlah Pekerja Migran Indonesia atau PMI saat ini begitu besar jumlahnya. Diketahui jumlah PMI yang ada di luar negeri sebanyak 273.747 orang.

Kedepan, kata Utje-biasa dipanggil, dengan dibukanya IKN dan berjalannya ‘Hilirisasi’ PMI di luar negeri, tidak sebanyak seperti sekarang.

“Dengan penghasilan cukup maka layak hidup didalam negeri, ini karena tidak cukup makanya mereka (PMI) ke luar negeri. Ditambah dengan adanya keterbatasan lapangan kerja didalam negeri,” kata Utje itu kepada awak media, dalam Diskusi Peluang dan Tantangan PMI, Jakarta Selatan, Selasa (26/3/2024).

Utje meyakini dengan proses hilarisasi berjalan, maka potensi lapangan kerja nantinya akan terbuka luas.

“Kita bersyukur Prabowo – Gibran berkomitmen untuk melanjutkan itu,” kata Tim Pemenangan Prabowo-Gibran ini.

Menurut Utje hingga saat ini, Badan yang mengurusi PMI telah melakukan yang terbaik untuk mengurangi permasalahan-permasalahan PMI diluar negeri. Walaupun, masih terdapat banyak problem disana-sini.

“Saya berkeyakinan BP2MI dan tim sudah melakukan yang terbaik walaupun masih banyak problem. Ada setengah lebih dari PMI ilegal sekarang, ini problem yang luar biasa,” jelasnya.

“Jadi beban pekerjaan BP2MI pelan-pelan dibenahi seperti, meningkatkan pelatihan-pelatihan calon PMI yaitu mengirim mereka yang Full Skill dan bersertifikasi. Dan saya lihat semakin lama semakin bagus, cuma perlu diakselerasi,” pungkas Komisaris independen ini.(@ms)