Foto: Ikatan Fisioterapi Indonesia Cabang Depok saat menggelar workshop

Beritamerdekaonline.com, Depok – Ikatan Fisioterapi Indonesia (IFI) Cabang Depok menggelar Workshop Dry Needling Course – Basic Level di RS Permata Depok, Sabtu-Minggu, 26-27 September 2026.

Kegiatan ini diikuti sebanyak 72 peserta dengan antusiasme tinggi.

Pengajar workshop, Ftr. Ari Sudarsono, SKM., M.Fid., Cert.DN., C-OMPT., SpFOM., mengatakan kegiatan tersebut menjadi sarana bagi para fisioterapis untuk memperkuat pengetahuan dan keterampilan dalam menerapkan teknik dry needling.

“Workshop ini menjadi wadah bagi para fisioterapis untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi klinis dalam memahami serta mengaplikasikan teknik dry needling secara tepat, aman, dan profesional,” ujar Ari.

Menurut Ari, materi dalam workshop tidak hanya disampaikan melalui teori, tetapi juga dilengkapi dengan demonstrasi dan praktik secara langsung. Pola pembelajaran tersebut diharapkan membuat peserta lebih memahami penerapan teknik di lapangan.

“Peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai konsep dasar dry needling, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mempraktikkan teknik secara langsung dengan bimbingan pengajar,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mulai dari konsep dasar hingga demonstrasi teknik dry needling. Selanjutnya, peserta mengikuti sesi praktik untuk mengasah keterampilan secara aplikatif.

“Melalui kombinasi teori, demonstrasi, dan praktik, peserta diharapkan mampu memahami setiap teknik dengan lebih komprehensif dan menerapkannya sesuai prinsip keamanan serta profesionalisme fisioterapi,” jelas Ari.

Sementara itu, kata Ari mengatakan rangkaian praktik dalam workshop diarahkan untuk memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih aplikatif. Teknik yang dipelajari diharapkan dapat mendukung penanganan kondisi tertentu, khususnya yang berkaitan dengan nyeri dan ketegangan otot.

“Tujuannya antara lain untuk membantu mengurangi nyeri dan ketegangan otot pada kondisi tertentu serta meningkatkan fungsi gerak sendi dalam melakukan aktivitas sehari-hari,” ujarnya.

Dengan diikuti puluhan peserta, workshop ini diharapkan dapat menjadi bagian dari pengembangan kompetensi berkelanjutan bagi fisioterapis, sekaligus mendorong penerapan layanan fisioterapi yang aman dan profesional.

Foto:Ikatan Fisioterapi

“Kami berharap ilmu yang diperoleh selama workshop dapat memberikan manfaat dan diterapkan secara tepat dalam pelayanan fisioterapi kepada masyarakat,” pungkas Ari. (@ms/malt)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.