SEMARANG, Berita Merdeka Online – Wakil Gubernur Jawa Tengah Terpilih 2024, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan seni karawitan dan dalang anak agar dapat dipentaskan secara rutin di Kota Lama Semarang.

Menurutnya, langkah ini tidak hanya akan memperkaya budaya lokal, tetapi juga menjadi daya tarik yang signifikan bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

“Pentingnya mempromosikan seni tradisional Indonesia seperti seni karawitan dan dalang anak. Mirip dengan kota-kota wisata lain seperti Solo, Yogyakarta, dan Bali, yang telah sukses menarik perhatian banyak pengunjung karena kekayaan seni budaya mereka,” tutur Gus Yasin.

Pernyataan ini disampaikan Gus Yasin saat menghadiri syukuran Hari Ulang Tahun ke-3 sanggar seni Sindhu Laras Bocah, yang berlangsung di Teater Lingkar, Jl. Gemah Sari, Kedungmundu, Kota Semarang, pada Sabtu, 21 Desember 2024.

Sanggar seni Sindhu Laras Bocah merupakan lembaga pendidikan yang mengajarkan karawitan dan pedalangan kepada anak-anak di Semarang, dan saat ini memiliki sekitar 50 siswa.

Gus Yasin mengapresiasi eksistensi sanggar ini, yang tetap berkomitmen melestarikan budaya tradisional di tengah gempuran budaya modern. Ia menegaskan bahwa semangat anak-anak untuk belajar tari, karawitan, tembang, dan pewayangan patut dicontoh.

“Kami mendorong anak-anak ini untuk bisa pentas di Kota Lama agar dapat menarik minat wisatawan,” ujarnya di hadapan sekitar 50 anak dari komunitas seni tradisional yang hadir dalam acara tersebut.

Gus Yasin bersama salahsatu dalang anak dari sanggar seni Sindhu Laras Bocah.

Dalam kesempatan itu, Gus Yasin berharap bahwa anak-anak yang terlibat dapat mengajak teman-teman mereka untuk mencintai seni budaya Indonesia. Ia menceritakan pengalamannya saat menempuh pendidikan di Suriah, di mana banyak orang asing yang tertarik dan mengagumi seni daerah Indonesia.

“Seni daerah, termasuk tari gamelan dan pewayangan, terbukti menarik bagi wisatawan. Solo, Jogja, dan Bali tidak hanya terkenal karena keindahan alamnya, tetapi juga karena kesenian yang mereka miliki,” tambahnya.

Gus Yasin, bersama Gubernur Jawa Tengah Terpilih Ahmad Luthfi, berkomitmen untuk memperbanyak ajang pentas seni untuk anak-anak, termasuk dalam kegiatan pemerintah dan acara di Kota Lama. Ia juga mengajak Teater Lingkar dan Sindhu Laras Bocah untuk berkolaborasi dengan pelaku wisata dalam menyelenggarakan pertunjukan seni di destinasi wisata.

Ketua Teater Lingkar, Mas Ton, menyambut baik kedatangan Gus Yasin dan mengakui kepeduliannya terhadap kesenian. Sementara itu, Ketua Sindhu Laras Bocah, Dhananjaya Gesit Widiharto (Mas Yaya), menyatakan bahwa meskipun sanggar ini baru berusia tiga tahun, mereka telah meraih banyak prestasi di tingkat kota dan provinsi.

“Kami ingin nguri-uri (melestarikan) kesenian kepada anak muda agar seni karawitan dan pewayangan semakin berjaya,” ujarnya.

Dengan dukungan ini, Gus Yasin berharap seni tradisional dapat terus hidup dan menarik minat generasi muda, memastikan bahwa warisan budaya Indonesia selalu dilestarikan tidak hanya dikenang.(day)