Merangin, Berita Merdeka Online – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Bangko terus memperkuat program pembinaan warga binaan melalui penyelenggaraan pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B, Paket C, serta Program Pemberantasan Buta Aksara. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Lapas dalam memenuhi hak pendidikan warga binaan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pemasyarakatan.
Pembelajaran yang digelar di lingkungan Lapas Kelas IIB Bangko tersebut menghadirkan Sartika sebagai pemateri dan didampingi Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja (Kasi Binadik Giatja), Ali Sodikin. Program ini diikuti warga binaan yang ingin meningkatkan kemampuan dasar membaca, menulis, berhitung maupun melanjutkan pendidikan melalui jalur kesetaraan.
Dalam pelaksanaannya, peserta Program Pemberantasan Buta Aksara mendapatkan materi dasar berupa pengenalan huruf alfabet, latihan membaca, menulis, dan berhitung. Sementara peserta Pendidikan Kesetaraan Paket A, B, dan C memperoleh materi pembelajaran yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan masing-masing sesuai standar pendidikan nasional.
Kasi Binadik Giatja Lapas Kelas IIB Bangko, Ali Sodikin, mengatakan pendidikan merupakan hak dasar setiap warga binaan dan menjadi salah satu instrumen penting dalam proses pembinaan menuju perubahan perilaku yang lebih baik.

“Pendidikan adalah kunci perubahan. Dengan kemampuan membaca, menulis, berhitung, serta mengikuti pendidikan kesetaraan, warga binaan memiliki kesempatan untuk meningkatkan kualitas diri dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” ujar Ali Sodikin.
Menurutnya, program pendidikan tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan akademik, tetapi juga membangun rasa percaya diri, karakter, serta keterampilan yang dapat menjadi bekal ketika warga binaan kembali ke tengah masyarakat.
Melalui penyelenggaraan pendidikan kesetaraan dan peningkatan literasi, Lapas Kelas IIB Bangko berupaya mendukung proses reintegrasi sosial warga binaan agar mampu menjalani kehidupan secara mandiri, produktif, dan berkontribusi positif setelah menyelesaikan masa pidana.
Program tersebut juga mencerminkan implementasi pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada aspek keamanan, tetapi juga pengembangan kualitas sumber daya manusia. Langkah ini sejalan dengan semangat Pemasyarakatan PASTI Bermanfaat untuk Masyarakat, yang menempatkan pendidikan sebagai salah satu fondasi utama dalam membentuk pribadi yang lebih baik.
Dengan adanya pembelajaran yang berkesinambungan, Lapas Kelas IIB Bangko berharap semakin banyak warga binaan yang memperoleh kesempatan meningkatkan pendidikan, memperluas wawasan, serta memiliki bekal yang memadai untuk membangun kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke lingkungan masyarakat.
Penulis : Moh Basori.
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan