PESAWARAN, BERITA MERDEKA ONLINE – Masyarakat Dusun Sumber Sari, Desa Cipadang, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Lampung, melaksanakan pembangunan jalan menuju area pemakaman secara swadaya, Sabtu (29/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi wujud kepedulian masyarakat terhadap fasilitas lingkungan sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam memenuhi kebutuhan sarana umum yang digunakan bersama.
Pembangunan jalan makam dilakukan dengan melibatkan sejumlah unsur masyarakat, mulai dari warga setempat, perangkat desa, tokoh masyarakat hingga para pemuda. Mereka bekerja bersama untuk memperbaiki dan membangun akses menuju lokasi pemakaman yang selama ini menjadi salah satu fasilitas penting bagi masyarakat.
Kegiatan swadaya tersebut dipimpin oleh Subandi dan Suroto, yang merupakan warga Desa Sumber Sari. Sejumlah warga lainnya juga turut ambil bagian, termasuk Rohim, salah seorang anggota DPC PWRI Kabupaten Pesawaran.

Pembangunan jalan makam dilakukan dengan tujuan mempermudah mobilitas masyarakat menuju lokasi pemakaman, khususnya ketika terdapat warga yang meninggal dunia maupun saat masyarakat melakukan kegiatan ziarah.
Akses jalan yang lebih baik diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga. Kondisi tersebut dinilai penting karena area pemakaman merupakan fasilitas yang digunakan masyarakat dalam berbagai kondisi, termasuk ketika prosesi pemakaman berlangsung.
Dalam pelaksanaannya, masyarakat memberikan dukungan melalui berbagai bentuk swadaya. Selain tenaga, warga turut membantu menyediakan material serta dukungan dana sesuai kemampuan masing-masing.
Semangat tersebut menunjukkan bahwa pembangunan fasilitas lingkungan tidak selalu bergantung pada pelaksanaan program pemerintah. Partisipasi masyarakat juga dapat menjadi bagian penting dalam menghadirkan sarana yang dibutuhkan bersama.
Meski pekerjaan dilakukan di bawah terik matahari, antusiasme warga tidak surut. Mereka tetap melanjutkan pekerjaan secara bersama-sama dengan mengedepankan kekompakan dan semangat kebersamaan.
Seorang warga yang ikut dalam kegiatan tersebut mengungkapkan bahwa kondisi cuaca cukup menguras tenaga. Namun, hal tersebut tidak menjadi alasan untuk menghentikan pekerjaan.
“Kami selalu semangat mengerjakan pekerjaan ini, tapi panasnya bikin kepala kleyengan. Yuk, semangat-semangat,” ujar warga tersebut.
Kutipan tersebut menggambarkan suasana gotong royong yang berlangsung di tengah kondisi cuaca panas. Warga tetap saling memberikan semangat agar pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik.
Kegiatan pembangunan jalan makam di Dusun Sumber Sari berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Warga secara bersama-sama mengerjakan pekerjaan tersebut dengan mengandalkan tenaga dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Bagi masyarakat, pembangunan jalan makam bukan hanya berkaitan dengan peningkatan kondisi fisik akses jalan. Kegiatan itu juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial dan membangun rasa tanggung jawab bersama terhadap fasilitas yang digunakan seluruh warga.
Keterlibatan warga, tokoh masyarakat, pemuda, serta unsur lainnya menunjukkan adanya kepedulian terhadap kebutuhan lingkungan di Desa Sumber Sari.
Dengan tersedianya akses jalan yang lebih baik, masyarakat berharap perjalanan menuju area pemakaman dapat menjadi lebih mudah, aman, dan nyaman. Terlebih, akses tersebut digunakan ketika keluarga dan masyarakat harus melakukan prosesi pemakaman ataupun kegiatan ziarah.
Semangat swadaya yang ditunjukkan warga diharapkan dapat terus dipertahankan. Gotong royong menjadi modal sosial yang dapat membantu masyarakat menyelesaikan berbagai kebutuhan lingkungan secara bersama-sama.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa kepedulian dan partisipasi masyarakat memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan fasilitas umum di tingkat desa. (Eti)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan