BLORA, Berita Merdeka Online – Website Badan Pengelola Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Blora saat ini tidak dapat diakses. Hal itu dikarenakan website BPPKAD Blora diretas atau mengalami serangan siber.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPPKAD Blora, Bowo Dwi Raharja, membenarkan adanya serangan siber yang berdampak besar terhadap operasional instansi.

Peretasan tersebut terjadi pada bulan Desember. Kejadian ini mengakibatkan ada data penting yang hilang sehingga mengganggu sistem pengelolaan keuangan daerah,” ungkapnya.

Ia mengatakan, bahwa data yang hilang mencakup periode November dan Desember 2024, sehingga harus diinput ulang secara manual.

“Data Januari dan Februari aman, tetapi data sebelumnya hilang karena belum sempat dicadangkan,” katanya.

Sementara itu, Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Blora segera melakukan koordinasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk menangani kejadian ini.

Kepala Dinkominfo Blora, Pratikto Nugroho, mengatakan bahwa peretasan pertama kali terdeteksi pada 23 Desember 2024. Setelah itu, sistem yang terinfeksi segera dimatikan dan langkah mitigasi dilakukan.

“Tim dari BSSN juga telah melakukan audit keamanan untuk mengantisipasi serangan serupa di masa depan,” ujarnya.

Kantor Badan Pengelola Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Blora.(Foto Ist)

Kepala Bidang Teknologi Informasi Dinkominfo Blora, Ahmad Hudi Khoiri, menjelaskan bahwa peretasan awalnya terdeteksi melalui munculnya teks tidak pantas di halaman utama website.

“Setelah dibersihkan, hacker kembali menyerang dengan menghapus source code aplikasi, menyebabkan website tidak bisa diakses,” ujarnya.

Meskipun demikian, Hudi memastikan bahwa tidak ada data pribadi atau informasi sensitif yang bocor.

“Dampaknya hanya pada informasi kegiatan BPPKAD dan dokumentasi foto yang hilang,” imbuhnya.

Namun, laporan lain menyebutkan bahwa data yang bocor mencapai 82 GB, termasuk informasi pegawai, wajib pajak, dan transaksi keuangan.

Sebagai langkah pencegahan, BPPKAD Blora memutuskan membangun situs web baru dengan sistem keamanan lebih baik. Website lama berbasis WordPress yang tidak diperbarui sejak 2018, sehingga rentan terhadap serangan.

Dengan sistem yang lebih aman, diharapkan kejadian serupa tidak terulang, dan layanan informasi BPPKAD dapat segera pulih.(day)