TEGAL, Berita Merdeka Online – Yayasan Insan Pecinta Anak Yatim Piatu “Hidayah Barokah Insani” Kota Tegal menggelar acara 2 tahun berdirinya yayasan dengan menyantuni anak-anak yatim piatu yang diadakan di rumah makan ‘Pawon Mane’ Jalan Abdul Syukur, Kelurahan Margadana, Kecamatan Margadana, Kota Tegal, Minggu 26 Januari 2025.

Acara anniversary Yayasan Insan Pecinta Anak Yatim Piatu ‘Hidayah Barokah Insani’ yang berbarengan dengan peringatan hari besar Islam Isro’ Mi’roj itu dihadiri segenap pengelola yayasan serta para orang tua asuh yayasan.

Menurut Ketua Yayasan Insan Pecinta Anak Yatim Piatu ‘Hidayah Barokah Insani, Slamet Supriyadi, SH mengatakan, pada anniversary yang kedua, pihaknya tidak melakukan penggalangan dana untuk yayasannya tetapi welcome terhadap calon orang tua asuh anak-anak Yatim Piatu.

“Kita mencari orang tua asuh yang secara istiqomah yang secara rutin tiap bulan memberikan biaya pendidikan, paket perlengkapan sekolah, sembako. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tidak menggalang dana mengumpulkan uang, tapi kita menggalang orang tua asuh dimana setiap anak yatim ini punya satu orang tua asuh,” terang Slamet Supriyadi.

Setiap orang tua asuh bagi satu anak yatim piatu setiap bulan memberikan santunan, mendampingi dan merawat serta peduli terhadap kesehatannya yang selalu tanggap bila anak asuhnya sakit.

Selain itu, pihak yayasan juga akan memberikan edukasi, psikologi di rumah dan juga mendatangkan guru privat untuk membantu pembelajarannya agar anak tersebut bisa mengikuti sekolah.

“Karena siapa lagi yang peduli sebagai pengganti orang tua. Jadi kita berharap bagi bapak-bapak ibu-ibu yang ingin bergabung menjadi orang tua asuh silahkan bergabung di Yayasan Hidayah Barokah Insani,” ujarnya.

Sekretaris Yayasan Hidayah Barokah Insani, M. Tholib alias Usthol, Minggu 26/01/2025. (Foto: Anis Yahya)

Sementara Sekretaris Yayasan Insan Pecinta Anak Yatim Piatu Hidayah Barokah Insani Kota Tegal, Ustadz M. Tholib, SH mengatakan bahwa saat ini yayasan yang telah 2 tahun berjalan melakukan kegiatannya dengan merawat, mendampingi dan menyantuni anak yatim piatu.

“Walaupun sebelas anak yang kami rawat anak yatim piatu tersebut tapi bener-bener anak yang sudah tidak punya bapak dan ibu,” kata Ustadz Tholib yang akrab disapa Usthol.

Semua bentuk pembiayaan bagi anak-anak yatim piatu tidak ada alias gratis di yayasan yang punya motto *_Merawat sepenuh hati, Menyantuni Ikhlas hati dan Mendampingi dengan senang hati_*.

Sementara dalam tausyiahnya, Pembina Yayasan H Ikmal Jaya, SE, Akt mengingatkan kaum Muslimin untuk lebih meningkatkan kepeduliannya terhadap anak-anak yatim piatu serta tidak boleh menghardiknya.

Ikmal mengutip salah satu surat Al-Quran yang menerangkan orang-orang yang mendustakan agama meski orang-orang tersebut rajin sholat, puasa, umroh tiap bulan dan berangkat haji tapi tetap dianggap mendustakan agama.

“Siapa mereka?, yaitu mereka yang menghardik anak-anak yatim. Orang-orang yang tahu ada anak yatim dan punya kemampuan tapi hanya berpangku tangan atau tidak mengulurkan bantuan, ini termasuk orang-orang yang menghardik anak yatim,” tuturnya.