Kutacane, Berita Merdeka Online – Ternak sapi warga Aceh Tenggara (Agara) terinfeksi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) bertambah, saat ini sapi terserang PMK telah mencapai 204 ekor.

” Dalam beberapa hari terakhir ini jumlah kasus PMK terus melonjak tinggi, sebelumnya terinfeksi PMK 171 ekor”, kata Kadis Pertanian, Riskan, melalui Kabid Pertenakan, Khairil Anwar, Rabu (27/07/2022).

Sebut Khairil, Terinfeksi PMK 204 itu, laporan sementara dari Petugas Paramedik Balai veteriner di Kecamatan, Babinkamtibmas dan Babinsa.

” Dari 204 ada 14 ekor sapi yang sembuh, tiga ekor sapi yang harus dipotong paksa, dan dua ekor sapi mati, persentase kesembuhan PMK terhadap sapi warga di Aceh Tenggara 6,86 persen, ” sebut Khairil. 

Disamping itu, Dinas Pertanian bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan terus berupaya mencari solusi penanganan ternak yang terdampak PMK, untuk dapat di berikan pengobatan lanjutan dengan pemberian Vitamin dan obat penurun panas pada ternak serta juga pengobatan pada kaki ternak yang mengalami luka.

” Kepada pihak pemangku kepentingan agar sudi kiranya membantu para peternak di Agara untuk mengatasi wabah PMK yang terus mengalami penambahan kasus”, harapnya.

Khairil menghimbau kepada masyarakat (Peternak) agar meningkatkan kepedulian untuk mengisolasi ternak dengan memisahkan antara ternak sakit dan sehat, dan menjaga kebersihan kandang, memberikan pakan yang berkualitas kepada ternak serta memberi suplemen pakan tambahan yang berkhasiat kepada ternak sebagai pengobatan dengan kearifan lokal. (HB)

Kutacane, Berita Merdeka Online-Ternak sapi warga Aceh Tenggara (Agara) terinfeksi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) bertambah, saat ini sapi terserang PMK telah mencapai 204 ekor.

” Dalam beberapa hari terakhir ini jumlah kasus PMK terus melonjak tinggi, sebelumnya terinfeksi PMK 171 ekor”, kata Kadis Pertanian, Riskan, melalui Kabid Pertenakan, Khairil Anwar, Rabu (27/07/2022).

Sebut Khairil, Terinfeksi PMK 204 itu, laporan sementara dari Petugas Paramedik Balai veteriner di Kecamatan, Babinkamtibmas dan Babinsa.

” Dari 204 ada 14 ekor sapi yang sembuh, tiga ekor sapi yang harus dipotong paksa, dan dua ekor sapi mati, persentase kesembuhan PMK terhadap sapi warga di Aceh Tenggara 6,86 persen, ” sebut Khairil. 

Disamping itu, Dinas Pertanian bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan terus berupaya mencari solusi penanganan ternak yang terdampak PMK, untuk dapat di berikan pengobatan lanjutan dengan pemberian Vitamin dan obat penurun panas pada ternak serta juga pengobatan pada kaki ternak yang mengalami luka.

” Kepada pihak pemangku kepentingan agar sudi kiranya membantu para peternak di Agara untuk mengatasi wabah PMK yang terus mengalami penambahan kasus”, harapnya.

Khairil menghimbau kepada masyarakat (Peternak) agar meningkatkan kepedulian untuk mengisolasi ternak dengan memisahkan antara ternak sakit dan sehat, dan menjaga kebersihan kandang, memberikan pakan yang berkualitas kepada ternak serta memberi suplemen pakan tambahan yang berkhasiat kepada ternak sebagai pengobatan dengan kearifan lokal. (HB)