Bengkulu, Beritamerdekaonline.com – Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, menggelar kegiatan Diseminasi Kongres Bahasa Indonesia XII dan Program Prioritas Bidang Kebahasaan dan Kesastraan, pada 8 Mei 2023 di Hotel Nala Sea Side, Bengkulu.

Anggota Komisi X DPR RI Dewi Coryati menyampaikan, revitalisasi menjadi kunci penting dalam upaya menjaga kelestarian bahasa daerah, khususnya yang ada di Provinsi Bengkulu. Kendati demikian dalam implementasinya tetap dibutuhkan sinergi dan kolaborasi antar pihak, terutama dalam pelaksanaan program-program prioritas yang meliputi penguatan literasi nasional.

Untuk itu, juga diminta kepada Badan Bahasa Bengkulu agar teknik melestarikannya yang tidak biasa, seperti, adanya kuis dan cerita serta pertandingan dongeng.

“Kita dari DPR RI mengapresiasi langkah Kantor Bahasa sudah mengeluarkan buku bahasa daerah Bengkulu. Terlebih kita juga mendukung penuh program Kantor Bahasa dalam bentuk anggaran dan dalam setiap rapat juga memberikan dukungan. Bahkan setiap legislator juga ikut menyuarakan akan kekhawatiran bahasa daerah akan punah di era perkembangn zaman, sehingga perlu upaya pelestarian,” terangnya.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Bengkulu Khairil Anwar menyampaikan atas nama pemerintah provinsi Bengkulu menyambut baik kegiatan ini dan sangat mengapresiasi kementrian pendidikan, yang juga didukung penuh oleh DPR-RI dalam hal ini dihadiri oleh Dewi Koryati dari komisi X.

“Kita mengharapkan melalui kegiatan ini, bahasa yang ada di daerah Bengkulu tetap bisa dilestarikan,” ucapnya.

Kepala Kantor Bahasa Bengkulu, Dwi Laily Sukmawati menambahkan, tahun ini ada tiga bahasa daerah di Bengkulu yang masuk dalam program revitalisasi. Diantaranya, bahasa Rejang, Enggano dan Serawai. Untuk itu diharapkan tahun depan ada penambahan bahasa.

“Besok dalam program revitalisasi kita mulai pelatihan guru master sebanyak 225 orang. Lalu ada tahapan lain lagi hingga monitoring dalam bentuk festival. Diharapkan dari kegiatan ini nantinya dapat memberi manfaat kepada semua ekosistem bahasa Indonesia, seperti masyarakat umum, pengambil kebijakan di bidang kebahasaan dan/atau kesastraan, para pendidik, sastrawan, penulis, penerjemah, akademisi, mahasiswa, siswa, masyarakat luas, praktisi media massa, dan pemelajar bahasa Indonesia, terutama di wilayah Provinsi Bengkulu,” harapnya.

Adapun narasumber yang hadir pada kegiatan ini, Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Drs. Imam Budi Utomo, M.Hum., yeng mengampaikan metari tentang Kongres Bahasa Indonesia XII; anggota Komisi X DPR RI, drh. Hj. Dewi Coryati, M.Si, dengan materi Penguatan Program Literasi; Egi Andria, S.Pd., M.Pd., dengan materi Peranan Internasionalisasi Bahasa Indonesia sebagai Upaya Pemartabatan Bahasa Indonesia, dan Herlina Anggorowati, S.Tp. dengan materi Pelindungan Bahasa Daerah.

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa memiliki tiga tujuan utama dalam menyosialisasikan tiga fokus kebijakan;

• Literasi Kebahasaan dan Kesastraan
• Pelindungan Bahasa Daerah
• Internasionalisasi Bahasa Indonesia

Pada kegiatan ini, turut diinformasikan tiga kegiatan baru yang akan dilaksanakan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa pada tahun 2023, sebagai berikut.

• Peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional
– Di UNESCO, Paris, sebagai Co-Organiser
– Di Indonesia dengan mengggelar Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional dan Kemah
Penulisan Cerpen

• Pemberian Bantuan Pemerintah untuk Komunitas Sastra
– Bantuan Apresiasi
– Bantuan Fasilitasi

• Kongres Bahasa Indonesia XII
– Persidangan
– Kelas Mahir
– Pameran
– Pergelaran Seni

Kegiatan ini diikuti oleh 100 orang peserta yang terdiri atas unsur pemerintah daerah, dinas pendidikan, kepala sekolah, pengawas, guru, praktisi pendidikan, dosen, dan tokoh masyarakat di Provinsi Bengkulu.(Tim)