Pariaman, BM – Wali Kota Pariaman Genius Umar sampaikan apresiasi dan mendukung penuh tim kaderisasi Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) Satria Efendi Tuanku Kuniang yang akan bertarung pada Kongres PMII di Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur, 13-17 April 2020 mendatang memperebutkan Ketua Umum PB PMII.
Hal itu disampaikan Walikota Pariaman Genius Umar saat menerima Tim Kaderisasi Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) Satria Efendi Tuanku Kuniang di ruang kerjanya, Balai Kota Pariaman, Senin (9/3/2020).
Wali Kota Pariaman didampingi Wakil Wali Kota Pariaman Mardison Mahyuddin, Kepala Dinas Kominfo Kota Pariaman Hendri. Sedangkan Satria didampingi pendiri PMII Kota Pariaman Armaidi Tanjung dan mantan sekretaris PMII Kota Pariaman Zeki Aliwardana.
“Kita bangga dengan adanya generasi muda Pariaman yang maju dalam perhelatan nasional tersebut. Sebagai mahasiswa dan generasi muda, memang harus aktif. Kita selalu dukung putra-putri terbaik Pariaman agar bisa berkiprah di tingkat nasional,” kata Genius.
“Insya Allah saya bisa hadir pada pembukaan Kongres 13 April mendatang. Jika berhalangan, Wakil Wali Kota ini siap hadir dan memberikan dukungan,” sambung Genius sembari melirik pada Wakil Wali Kota yang berada di sebelahnya.
Satria Efendi Tuanku Kuniang sebelumnya menyampaikan niatnya untuk maju dalam pemilihan Ketua Umum PB PMII pada Kongres PMII April mendatang. “Sebagai putra Pariaman dan kader PMII yang mulai berproses di Kota Pariaman hingga menjadi tim kaderisasi PB PMII, saya wajib bersilaturrahmi dengan Bapak Walikota. Alhamdulillah dukungan dari Bapak Walikota ini sangat penting,” kata Satria menambahkan.
Satria juga memohon kehadiran Wali Kota Pariaman saat pembukaan Kongres PMII nantinya. Kehadiran Wali Kota Pariaman sangat berarti dalam memberikan semangat untuk maju pada pemilihan Ketua Umum PB PMII masa khidmat 2020-2022 mendatang.
Diakhir pertemuan, Satria Efendi menyerahkan bukunya berjudul Dari Ranah Minang Menuju Salemba kepada Wali Kota Pariaman Genius Umar. Buku tersebut baru saja dilaunching dan dibedah pada Minggu (8/3/2020) malam.
Dibagian lain, Armaidi Tanjung menyebutkan, PMII Cabang Pariaman mulai didirikan tahun 2007. Saat itu tidak pernah terbayangkan ada kader PMII Pariaman dikemudian hari bakal mampu bertarung di kongres PMII. Apalagi sampai menjadi tokoh di lingkungan PB PMII.
“Saat itu yang terbayang adalah bagaimana PMII hadir di Kota Pariaman, yang sebagian besar mahasiswanya berasal dari Kabupaten Padang Pariaman. Jika dilihat dari proses kaderisasi PMII di Pariaman hingga tahun 2020, kurang lebih 13 tahun kemudian salah satu kadernya sudah mampu berkiprah di tingkat PB PMII,” kata Armaidi menambahkan.




Tinggalkan Balasan