Limapuluh Kota, (Sumbar) Beritamerdekaonline.com — Kendati dalam visi-misi nya Bupati Limapuluh Kota Safarudin dt Bandaro Rajo yang berpasangan dengan Riski Kurniawan Nakasri yang akan memulai Pembangunan dari daerah pinggiran, namun tidak demikian yang terlaksana.
Ini dapat dibuktikan ada sebuah jorong yang bernama Kubang Balambak di nagari Simpang Kapuak kecamatan Mungka yang hanya berjarak lebih kurang 8 kilo meter dari pusat Ibu Kota Kabupaten ( IKK ) Sarilamak atau kantor Bupati , gedung DPRD dan beberapa kantor Dinas lainnya.
Sudah rentang waktu 79 tahun usianya Kabupaten ini Bupati Safarudin masih mendengungkan bahwa pembangunan sudah dilaksanakan dari pinggiran utama infrastruktur.
Masa jabatannya Bupati Safarudin telah masuk di tahun ketiga sebagai orang nomor satu di pemerintahan kabupaten ini, memang sudah ada yang dilaksanakan. Tapi toh Kubang Balambak masih terlupakan.Pada hal daerah Kubang Balambak sangat potensial untuk perkembangan ekonomi masarakat tidak saja orang daerah setempat akan tetapi juga bagi daerah lain. Seperti akses jalan yang bisa menghibungkan antara kecamatan Harau dengan kecamatan Mungka. Jorong Kubang Balambak dan Kototinggi dalam Nagari Simpang Kapuak/Simpang Abu, Kecamatan Mungka, Kabupaten Limapuluh Kota yang belum tersentuh pembangunan sampai saat ini, terutama infrastruktur untuk menunjang perekonomian masyarakat.
Untuk berurusan ke kantor Walinagari, atau Kecamatan,seperti urusan KTP, menjemput bansos, Masarakat jorong Kubang Balambak dan Kototinggi harus memutar jalannya melalui play oper kelok sembilan, Sarilamak,Tanjuang Pati Kecamatan Harau, terus ke Simalanggang, taeh Kecamatan Payakumbuh baru sampai di Kecamatan Mungka,artinya harus melintasi dua Kecamatan baru bisa sampai ke pusat pemerintahan Nagari dan Kecamatan.
Padahal, bila pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota peka dengan kesulitan warga didua jorong ini yang berpenduduk hampir 1000 jiwa itu, tentu tidak merasa kesulitan untuk mengurus segala sesuatunya dengan pemerintahan nagari dan kecamatan. Sudah silih berganti Bupati Limapuluh Kota baik dari unsur TNI dan Sipil serta banyaknya pemuka masyarakat yang berasal dari Mungka bertetangga dengan nagari Simpang Kapuak yang jadi anggota DPRD Limapuluh Kota, namun nasib nagari Simpang Kapuak masih terbelenggu dari kelancaran insprastruktur.
Tidak akan sulit untuk membuka jalan dari Simpang Kapuak menuju kedua jorong tersebut hanya lebih kurang 5 km lagi,dan pembukaan jalan dari Nagari Harau ke Kubang Balambak, juga tidak sampai 10 km.
Walinagari Simpang Kapuak, Felliadi membenarkan jalan yang menghubungkan dari pusat pemerintahan Nagari Simpang Kapuak ke jorong Kubang Balambak dan Kototinggi boleh dikatakan tidak ada hanya bisa di lewati kendaraan roda dua dengan Medan sulit, tetapi bila hari hujan, tidak ada yang berani menempuh jalan setapak tersebut.
Warga jorong Kubang balambak dan Kototinggi yang akan berurusan ke kantor Walinagari maupun ke kantor Camat, dibenarkan walinagari harus memutar melewati dua Kecamatan yakni Kecamatan Harau dan Kecamatan Payakumbuh, katanya.
Masalah jalan menuju jorong Kubang Balambak dan kototinggi ini sudah diusulkan setiap tahun di masukkan dalam usulan setiap musrembang, tetapi sampai saat ini belum tertampung usulan tersebut, tidak jelas dimana hilangnya usulan tersebut, ungkap Walinagari Simpang Kapuak ketika ditanya .
Camat Mungka ILDA SUBUL HURIATI, S.AP yang ditanya media ini membenarkan dalam perencanaan, Hasil Musrenbang nagari sudah di entrikan oleh Wali. Artinya memang sudah diusulkan kembali oleh walinagari pembangunan jalan dari Simpang Kapuak menuju Kubang Balambak dan kota tinggi, jelasnya.
Daerah Kubang Balambak alamnya terbentang luas dan pernah menjadi wacana bagi walikota Payakumbuh Riza Falepi bersama anggota DPR RI Mulyadi untuk dijadikan lapangan terbang dan telah mereka tinjau ke lapangan. Namun wacana itu tidak mendapat dukungan utamanya pemerintahan Kabupaten Limapuluh Kota.(Fd)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan