Beritamerdekaonline.com, Jakarta – Pengacara SMA Binus Simprug, Profesor Otto Hasibuan membantah adanya perundungan atau bullying dengan salah satu siswa inisial RE (16 tahun).

“Kami tidak akan mentolerir adanya bullying di SMA Binus,” kata Pengacara SMA Binus, Otto Hasibuan, di School Binus, Jakarta Selatan, Sabtu, 14 Agustus 2024.

Selama ini Binus selalu mengambil posisi ditengah.

“Tapi ternyata tuduhan-tuduhan ke Binus selama ini terkesan secara terus menerus,” kata Ketua Peradi ini.

Kejadian tanggal 31 Januari 2024, keluarga langsung melaporkan ke Polres Jakarta Selatan.

“Pengakuan RE (pelapor) di podcast maupun sejumlah media terasa menyudutkan pihak sekolah. Seolah ada pembiaran yang dilakukan. Padahal dari pantauan CCTV, tidak ada pengeroyokan, bullying, apalagi pelecehan seksual yang katanya dilakukan oleh 8 orang kepada dirinya,” jelas Prof Otto dalam keterangan persnya.

Ia juga menampilkan ke awak media, rekaman CCTV yang memperlihatkan bahwa tidak benar pelapor diseret masuk ke toilet, lantas dikeroyok. Yang terlihat justru, sekitar 14 siswa masuk bersama-sama ke toilet.

“Korban juga mengakui dirinya diseret ke toilet. Lalu di dalam toilet sudah ada siswa lain yang menunggu. Padahal tidak demikian,” kata Ketua Umum DPN Peradi ini saat dampingi Prof Firman Pangaribuan dan dari pihak Yayasan Binus.

Diakui ada perkelahian, kata Otto tetapi satu lawan satu. Dari rekaman tampak satu lawan satu. “Bahkan ditawarkan secara online,” tegas Otto.

Selain itu, tim Kuasa Hukum SMA Binus juga sangat menyayangkan adanya pemberitaan dan tuduhan yang tidak benar terhadap pihak sekolah. SMA Binus tidak pernah membenarkan adanya pembiaran prilaku perundungan dilingkungan sekolah dengan penerapan “zero tolerancy policy”.

“Pembiaran perundungan dan pelecehan seksual disini (SMA Binus), itu kami tolak secara tegas,” pungkas Profesor Otto. (@ms)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.