SEMARANG, Berita Merdeka Online – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, mengakui masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang belum terselesaikan di Kota Semarang.
Hal itu ia sampaikan saat menemui puluhan mahasiswa Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang yang menggelar aksi damai di Balai Kota, Selasa (8/7).
Melalui Ketua BEM Unissula, Gani, mereka menyampaikan sembilan poin pekerjaan rumah (PR) yang mendesak untuk segera diselesaikan Pemerintah Kota Semarang.
“PR Semarang masih banyak. Yang pertama soal banjir. Saya paham Unissula ini pasti menjadi terdampak pertama dari banjir di wilayah timur yang belum selesai,” kata Agustina.
Agustina menjelaskan, solusi jangka panjang yang sedang disiapkan adalah pembangunan sheet pile untuk menahan air rob dan banjir, terutama di wilayah timur Semarang. Namun, proyek tersebut sempat tertunda karena adanya pergantian kepemimpinan nasional.
“Kami pastikan proyek sheet pile akan segera dilanjutkan. Selain itu, juga akan dibangun kolam retensi sebagai bagian dari proyek nasional Tol Laut Semarang–Demak. Saat ini masih dalam tahap pembebasan lahan,” ujarnya.

Sebagai bagian dari mitigasi banjir, Agustina juga mengusulkan pembangunan cekdam di daerah hulu seperti Kabupaten Semarang, Kendal, dan wilayah lain yang terhubung.
Ia menekankan pentingnya sistem peringatan dini untuk evakuasi warga saat bencana.
“Kalau ada warning system, kita bisa minta warga mengungsi, dan ada waktu untuk persiapan,” tegasnya.
Selain banjir, Agustina menanggapi keluhan mahasiswa soal permasalahan kreak-kreak. Menurutnya, sistem pendukung sedang disiapkan dan akan dibahas dalam perubahan anggaran bersama DPRD.
Terkait persoalan lingkungan dan sampah, Agustina menyatakan bahwa Pemkot akan menerbitkan Peraturan Wali Kota baru yang memberi tanggung jawab lebih besar kepada kecamatan dan kelurahan.
“Minggu depan kami akan tetapkan Perwal baru. Penanganan sampah akan ditangani berjenjang dari kecamatan hingga kelurahan, supaya tidak ada yang tercecer,” pungkasnya.(day)




Tinggalkan Balasan