Bengkulu Utara, Beritamerdekaonline.com — Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan dan Pengembangan Dinas Koprasi dan UKM Kabupaten Bengkulu Utara, Endang Purwanti saling lempar tanggung jawab saat dikonfirmasi, Selasa (22/07/2025), terkait 2 miliaran lebih dana bergulir koperasi UKM dan LKM di Kabupaten Bengkulu Utara (BU), dan juga Kabupaten Bengkulu Tengah, yang menjadi sorotan publik.
“Dimana dana bergulir, sebut saja sebagai luka lama tertutup publik dan sepertinya tidak tersentuh dengan hukum. Dimana, dan perlu diketahui sampai dengan 2025 ini pinjaman dana bergulir miliaran koperasi UKM dan LKM di BU, mulai sejak 2019, 2022 dan kembali muncul kembali di 2024 sampai 2025 tersebut diatas masih juga belum teragihan oleh Dinas Koprasi dan UKM Bengkulu Utara.”

“Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan dan Pengembangan Dinas Koprasi dan UKM BU, Endang Purwanti dengan media ini dikonfirmasi saling melempar tanggung jawab dengan berkelah mengatakan silahkan bisa tanyakan langsung dengan Rimiwang Muksin Kepala Dinas (Kadis) Koprasi dan UKM Bengkulu Utara, kebetulan Kadis ada nanti saya akan sampaikan.” Begitu ujarnya.
Baca Juga:
“Namun kennyataanya, tidak ada sama sekali menyampaikan pesan dan belum mendapatkan jawab. “Terpisah data dihimpun media ini terkait dana bergulir mengutip adanya beberapa dari peminjam yang telah mengembalikan”. Kembali dengan sebelumnya saling lempar ketika dikonfirmasi seharusnya tidak perlu ditutup-tutupi, dan menjadi pertanyaan jelas ada apa dengan ASN Dinas Koprasi dan UKM BU.”
“Sebelumnya juga setelah ditelusuri PN warga Kota Arga Makmur BU yang saat ini menjabat sebagai Kepala Desa saat dikonfirmasi soal tunggakan (pinjaman-red) sebesar 14 juta rupiah yang belum tertagih sampai dengan saat ini 2025, dengan lantang dan seperti tak ada beban mengatakan soal pinjaman memang belum saya bayar, dan bukan saya saja disitu belum membayar banyak lagi.” Begitu disampaikan.
“Catatan dan perlu diketahui untuk pinjaman dana bergulir terserap di setiap Kecamatan wilayah Kabupaten Bengkulu Utara dan anehnya untuk luar wilayah Bengkulu Utara, seperti Bengkulu Tengah, diantaranya Kecamatan Arga Makmur 173 orang peminjam, Arma Jaya 10, Hulu Palik 6, Kerkap 16, TAP 14, Air Besi 2, Air Napal 3, Padang Jaya 14, Giri Mulya 4, Lais dan Batik Nau 15, Ketahun dan Napal Putih 9, kemudian Enggano dan Benteng 3 orang.”
“Kembali dengan jumlah total pinjaman atau piutang yang tak tertagih Kecamatan Arga Makmur sebesar Rp. 1.321.986.358 rupiah, Arma Jaya Rp 72.767.125, Hulu Palik Rp. 17.213.863, Kerkap Rp. 96.066.066, Tanjung Agung Palik Rp. 147.181.877, Air Besi Rp. 11.249.600, Air Napal Rp. 23.316.523, Padang Jaya Rp. 103.245.760, Giri Mulya Rp. 25.731.804, Lais dan Batik Nau Rp. 254.365.947, Ketahun dan Putri Hijau Rp. 69.273.294, terakhir Enggano dan Bengkulu Tengah Rp. 26.602.900 dan juga ada 2 Koprasi dan KSU yang kurang lancar. (Yapp)




Tinggalkan Balasan