Wakil Bupati Limapuluh Kota Ahlul Badrito Resha Dan Upacara memberi hormat dengan tangan Kakan, sementara anak SMP N 5 ini memberi hormat dengan tangan kiri. (Foto Humas)
Limapuluh Kota – Berita Merdeka Online.Com Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ahlul Badrito Resha, SH, menjadi Pembina Upacara di SMP Negeri 5 Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Limapuluh Kota Sumbar Senin (11/8/2025).
Upacara ini cukup membanggakan bagi majlis guru dan siswa/i di sekolah tersebut, pasalnya upacara itu Wakil Bupati Limapuluh Kota menghadiri undangan panitia untuk jadi pembina upacaranya.
Namun di sisi lain apa yang terpapar ke publik yang cukup memalukan dan mengecewakan di kalangan guru-guru terutama adalah anak didik mereka yang ditunjuk sebagai pembaca teks Pancasila ketika memberi penghormatan bendera merah putih ia terpaksa hormat dengan tangan kiri, sementara tangan kanannya memegang map berisikan tulisan teks Pancasila yang akan mereka bacakan sesudah penghormatan tersebut.
Berita ini tersebar ke publik bersama poto-poto acara tersebut, karena pihak Kominfo alias Humas nya telah mengirimkan ke Grup resminya yang biasa tempat media massa/ wartawan mengambil relis humas.
Kita tidak menyalahkan sang anak itu, mungkin karena grogi atau memang si anak ini lebih menghargai Pancasila dari pada penghormatan kepada bendera merah putih, dan mungkin juga di hatinya tersimpan prinsip Pancasila di tangan kanan ku, Indonesia di kepala ku.

Wakil Bupati Limapuluh Kota Ahlul Badrito Resha Dan Upacara memberi hormat dengan tangan Kakan, sementara anak SMP N 5 ini memberi hormat dengan tangan kiri. (Foto Humas)
Hal-hal seperti ini tentu kita semua sepakat tidak akan terulang kembali pada kasus yang lain pula, bilamana pihak yang berwenang lebih teliti lagi dengan apa yang harus di publikasikan, dan menghindar dari prinsip asal bapak senang dan sebagainya.
Atau bisa juga diartikan kepada ciek hutang lai kababai se atau asal asalan.
Dalam amanatnya, Wabup memberikan motivasi kepada para siswa agar memiliki semangat berjuang, berkorban, dan membanggakan orang tua.
Mengambil contoh dari perjuangan Rasulullah, Wabup Ahlul mengingatkan siswa untuk tidak merasa rendah diri meskipun tinggal jauh dari perkotaan. la menekankan bahwa bulan Agustus sebagai momentum peringatan Hari Kemerdekaan, erat kaitannya dengan semangat perjuangan dan pengorbanan.
“Siapa pun bisa menjadi pahlawan bagi orang tuanya. Syaratnya adalah mau berjuang dan berkorban untuk masa depan. Tidak ada anak yang bodoh, yang ada hanyalah anak yang belum bertemu guru atau pembimbing yang tepat,” tegasnya.
Wabup juga mengajak siswa untuk memanfaatkan masa belajar di sekolah sebagai benteng yang membekali ilmu dan keterampilan untuk masa depan. Kepada para guru, ia berpesan agar selalu memberikan perhatian dan bimbingan terbaik kepada anak didik.
“Mari kita jaga semangat belajar anak-anak ini. Apa yang kita tanam hari ini akan menjadi bekal berharga untuk masa depan mereka. Mudah-mudahan bapak ibu selalu diberi kesehatan untuk mendidik generasi penerus bangsa,” ujarnya.
Upacara di SMPN 5 Kapur IX berlangsung khidmat dengan antusiasme tinggi dari para siswa dan guru. Ikut hadir, Kepala Dinas Pendidikan Limapuluh Kota, Afri Efendi S.Pd MM. (NS)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan