Ikhsan Yusuf Prawira Nazwir, Wartawan Berita Merdeka Online.
Oleh: Ikhsan Yusuf Prawira Nazwir

Arosuka, Berita Merdeka Online — Pelantikan Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kabupaten Solok periode 2025–2028 yang digelar Jumat (15/8/2025) bukanlah sekadar seremoni pergantian kepengurusan. Lebih dari itu, momentum ini menandai harapan baru terhadap kontribusi nyata pemuda dalam pembangunan daerah. Dengan mengusung tema “Akselerasi Gerakan Pemuda untuk Percepatan Pembangunan Kabupaten Solok”, KNPI dituntut untuk tidak lagi sekadar hadir sebagai simbol organisasi, melainkan sebagai mitra strategis pemerintah dan masyarakat.

Secara historis, KNPI lahir sebagai wadah berhimpunnya berbagai organisasi kepemudaan dengan semangat persatuan dan pemberdayaan. Di Kabupaten Solok, peran itu semakin krusial mengingat tantangan pembangunan yang makin kompleks, mulai dari pengangguran, rendahnya partisipasi pemuda dalam politik lokal, hingga lemahnya literasi digital dan kewirausahaan di kalangan generasi muda.

Bupati Solok, Jon Firman Pandu, dalam sambutannya saat pelantikan pengurus baru KNPI, dengan tegas menyebut bahwa anak muda hari ini adalah tumpuan menuju Indonesia Emas 2045. Maka, penguatan kapasitas, semangat kolaborasi, dan inovasi pemuda menjadi keniscayaan.

Mitra Kritis dan Kolaboratif
KNPI Kabupaten Solok seharusnya dapat memainkan peran sebagai mitra kritis dan kolaboratif bagi pemerintah daerah. Bukan hanya menyuarakan aspirasi pemuda, tetapi juga menjadi katalisator program-program kepemudaan yang menyasar isu-isu strategis: pendidikan, lingkungan, teknologi, dan pemberdayaan ekonomi.
Organisasi ini dapat menjadi jembatan antara komunitas pemuda di tingkat akar rumput dengan pengambil kebijakan. Dengan menjaring ide dan program dari bawah, KNPI berpeluang membentuk gerakan sosial yang berbasis kebutuhan riil masyarakat.

Revitalisasi Fungsi dan Perluasan Peran
Agar tidak terjebak dalam rutinitas seremonial, KNPI perlu melakukan revitalisasi fungsi dan peran organisasional. Pembentukan pusat-pusat pengembangan pemuda, kerja sama lintas sektor, serta program mentoring bagi pemuda di bidang kewirausahaan, literasi digital, dan kepemimpinan menjadi hal yang mendesak untuk digarap.

KNPI juga perlu masuk dalam ruang-ruang strategis pengambilan keputusan daerah, seperti forum konsultasi publik atau Musrenbang, agar suara pemuda benar-benar terwakili dalam arah kebijakan pembangunan.

Menjadi Motor Gerakan Inklusif
Di tengah heterogenitas masyarakat Solok, KNPI juga diharapkan menjadi motor penggerak gerakan inklusif. Pemuda lintas latar belakang harus diajak dalam satu simpul gerakan bersama. Perbedaan bukan penghalang, melainkan kekayaan sosial yang dapat memperkuat kohesi sosial dan memajukan daerah.

Pengurus KNPI yang baru memiliki pekerjaan rumah yang besar sekaligus peluang yang sangat luas. Dengan dukungan pemerintah daerah yang cukup terbuka, serta jaringan organisasi yang telah terbentuk, KNPI berpotensi menjadi pelopor perubahan di Kabupaten Solok.

Namun, semua itu hanya akan mungkin jika pengurus KNPI memiliki visi yang tajam, integritas yang kuat, dan komitmen yang konsisten. Pemuda tidak bisa hanya menjadi penonton atau penggembira dalam pembangunan. Mereka harus menjadi aktor utama, yang memimpin, menggagas, dan menjalankan agenda perubahan.

Ikhsan Yusuf Prawira Nazwir, Wartawan Berita Merdeka Online.

Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.