Kardinur. KN, SH Korwil. Sumbar Berita Merdeka Online. dan Ketua LSM Tamperak DPW. Sumbar
Oleh : KARDINUR. KN, SH
Kabupaten Solok, Berita Merdeka Online. Pelantikan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Solok periode 2025–2028 bukan sekadar seremoni pengambilan sumpah jabatan. Ia adalah pernyataan sikap, sekaligus janji kolektif: bahwa pemuda Kabupaten Solok siap mengambil peran nyata dalam proses pembangunan daerah.
Tema yang diusung, “Akselerasi Gerakan Pemuda untuk Percepatan Pembangunan Kabupaten Solok”, terdengar ideal. Namun pertanyaannya: apakah KNPI hanya akan berhenti pada slogan? Ataukah ini benar-benar menjadi awal dari kebangkitan generasi muda Solok?
Bupati Solok, Jon Firman Pandu, dalam sambutannya menggarisbawahi hal yang sangat penting: pemuda tidak boleh hanya menjadi objek pembangunan. Mereka harus menjadi subjek. Aktor. Pelaku. Bahkan pengarah.
Ini bukan retorika semata. Di tengah derasnya perubahan zaman, mulai dari disrupsi teknologi hingga kompleksitas sosial, energi muda dibutuhkan bukan hanya sebagai penggerak di lapangan, tetapi juga sebagai perumus ide, pemecah masalah, dan pencipta solusi.
Pemuda hari ini tidak cukup hanya dilibatkan dalam kegiatan seremonial.
Mereka harus diberdayakan, diposisikan sebagai mitra kritis pemerintah, dan diberikan ruang aktualisasi yang strategis. KNPI, dalam konteks ini, memiliki tanggung jawab besar: menjadi jembatan antara potensi pemuda dan kebutuhan daerah.
Tantangan bagi KNPI Kabupaten Solok ke depan adalah bagaimana menjadikan organisasi ini lebih dari sekadar forum kumpul-kumpul. KNPI harus mampu menjadi inkubator gagasan, ruang edukasi kepemimpinan, sekaligus motor penggerak gerakan sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Pemuda yang tergabung dalam KNPI seharusnya menjadi pionir dalam isu-isu strategis daerah: dari pemberdayaan UMKM milenial, literasi digital, isu lingkungan, hingga partisipasi aktif dalam perumusan kebijakan publik. Di tengah krisis integritas dan pragmatisme politik, pemuda harus berani berbeda: hadir dengan semangat kolaborasi, bukan kompetisi semu.
Pemberian penghargaan kepada Bupati, anggota DPRD, hingga mantan ketua KNPI adalah bentuk apresiasi yang patut diapresiasi pula. Namun lebih dari seremoni penghargaan, yang jauh lebih penting adalah konsistensi dalam tanggung jawab.
Pengurus KNPI yang baru harus menunjukkan bahwa mereka tidak hanya hadir untuk mengisi jabatan, melainkan juga untuk bekerja. Rakyat — terutama sesama generasi muda — menunggu aksi, bukan hanya eksistensi.
Kabupaten Solok membutuhkan pemuda yang bukan hanya cerdas, tetapi juga tangguh dan berintegritas. Pemuda yang tidak hanya aktif di media sosial, tetapi juga aktif di masyarakat. Pemuda yang tidak hanya pintar bicara, tetapi juga terampil bekerja. Dan organisasi seperti KNPI adalah kawah candradimuka yang harus melatih karakter itu.
Jika DPD KNPI Kabupaten Solok benar-benar ingin menjadikan pemuda sebagai pilar pembangunan, maka saatnya mereka turun ke lapangan. Dengarkan suara akar rumput. Rangkul komunitas. Gali potensi desa. Bangun kolaborasi dengan sekolah, kampus, pelaku usaha, dan lembaga adat. Jangan menunggu instruksi, tapi mulailah inisiatif.
Sebab pemuda yang hebat adalah mereka yang tidak menunggu kesempatan, tetapi menciptakannya.
DPD KNPI Kabupaten Solok kini memegang amanah. Tapi lebih dari itu, mereka memegang harapan. Harapan bahwa masa depan daerah ini akan dibentuk oleh generasi muda yang tidak sekadar bangga akan sejarah, tetapi juga gigih menciptakan masa depan.
Dan semoga, di bawah kepemimpinan baru, harapan itu tidak hanya hidup — tetapi tumbuh dan mengakar. (KN)

Kardinur. KN, SH Korwil. Sumbar Berita Merdeka Online. dan Ketua LSM Tamperak DPW. Sumbar
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan