Wakil Bupati Solok, H. Candra, S.Hi., dan Rektor Unand Padang Dr. Efa Yonnedi, SE. MPPM, Akt, CA, CRGP.,
Padang, Berita Merdeka Online — Pemerintah Kabupaten Solok menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Andalas (Unand) dalam rangka mempercepat pembangunan daerah melalui pendekatan berbasis riset, terutama pada sektor unggulan seperti pertanian dan pariwisata. Pertemuan tersebut berlangsung di Gedung Rektorat Unand, Padang, Rabu, 20 Agustus 2025, dan menghasilkan sejumlah komitmen kolaboratif jangka panjang.
Rombongan Pemkab Solok dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Solok, H. Candra, yang hadir bersama sejumlah pejabat teknis, antara lain Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan, Ahpi Gusta Tusri, Sekretaris Bapelitbang, Nafri, serta Kabid Perkebunan Dinas Pertanian,Taufiq.
Mereka disambut oleh Rektor Unand,
Dr. Efa Yonnedi, SE. MPPM, Akt, CA, CRGP., bersama jajaran pimpinan universitas dan fakultas terkait.
Dalam pertemuan tersebut, Wakil Bupati Solok menekankan pentingnya kemitraan dengan perguruan tinggi sebagai bagian dari upaya membangun daerah yang berkelanjutan dan berdaya saing.
“Kabupaten Solok dikaruniai alam yang indah dan tanah yang subur. Sektor pertanian merupakan tulang punggung ekonomi kami, terutama komoditas kopi, kakao, cengkeh, dan bawang merah yang kini menjadi peringkat kedua secara nasional dengan surplus 94,68 persen,” ujar Candra.
Ia menambahkan bahwa fokus pembangunan saat ini diarahkan pada dua sektor utama, yakni pertanian dan pariwisata. Pemerintah daerah berharap Unand dapat berperan dalam mendukung riset budidaya ramah lingkungan, inovasi pascapanen, peningkatan standar mutu produk (termasuk sertifikasi ISO 22000 untuk kopi), serta pelatihan SDM dan promosi digital.
Menanggapi hal itu Rektor Unand, Efa Yonnedi, menyambut baik inisiatif Pemkab Solok dan menyatakan kesiapan Universitas Andalas untuk memberikan dukungan melalui pendekatan Tridharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Kopi dan bawang merah adalah engine of growth bagi Kabupaten Solok. Perlu inovasi agar produk ini tak hanya unggul secara volume, tetapi juga dari sisi kualitas dan nilai tambah,” kata Efa.
Ia menambahkan bahwa kehadiran Unand di Solok nantinya akan diwujudkan dalam bentuk riset terapan, KKN tematik, serta dukungan dari dosen dan mahasiswa dalam bentuk program pemberdayaan masyarakat, pengembangan teknologi pertanian, serta potensi paten dan hilirisasi hasil riset.

Wakil Bupati Solok, H. Candra, S.Hi., dan Rektor Unand Padang Dr. Efa Yonnedi, SE. MPPM, Akt, CA, CRGP.,
Dalam kesempatan itu, Efa juga menyinggung pentingnya penguatan infrastruktur pendukung seperti sistem irigasi dan penyediaan air untuk lahan pertanian. Menurutnya, permasalahan tersebut dapat diangkat sebagai bagian dari agenda pengabdian masyarakat oleh fakultas teknik dan pertanian Unand.
Selain sektor pertanian, Kabupaten Solok juga mencatatkan peningkatan signifikan pada sektor pariwisata. Data 2024 menunjukkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan ke daerah ini mencapai 1,9 juta orang. Potensi tersebut dinilai dapat menjadi penggerak ekonomi baru jika dikelola secara terintegrasi dengan pendekatan akademik dan branding yang kuat.
“Branding ‘Solok Radjo’ adalah identitas yang harus dijaga. Ini bisa menjadi nilai jual pariwisata berbasis alam, budaya, dan kuliner lokal,” ujar Efa Yonnedi.
Pertemuan diakhiri dengan komitmen bersama antara kedua pihak untuk menyusun nota kesepahaman (MoU) sebagai langkah awal kerja sama formal. Rangkaian program kolaboratif teknis juga direncanakan menyusul, termasuk pendampingan UMKM, program inkubasi kewirausahaan, dan pendataan potensi ekonomi desa.
Melalui kerja sama ini, Pemerintah Kabupaten Solok berharap dapat menciptakan pembangunan yang tidak hanya berbasis potensi alam, tetapi juga ditopang oleh sains, teknologi, dan inovasi yang berkelanjutan. (Ikhsan)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan