14 orang pejabat tinggi Pratama yang alih tugas di pemko Payakumbuh. Langkah awal gebrakan walikota Zulmaeta menata ulang kedudukan para pejabat tersebut
Payakumbuh, Berita Merdeka Online —
Kini terjawab sudah rumor yang berkembang di tengah masyarakat yang mengatakan bahwa Walikota Payakumbuh Zulmaeta yang tidak berlatar belakang seorang Pamong, kini mulai menunjukan kekuasaannya dengan menata jajaran borokrasi.
Ada seorang pejabat yang menduduki kursi bagian keuangan yang sudah puluhan tahun tidak tersentuh mutasi atau alih jabatan, kini tersingkir pada jabatan baru sebagai ketua Bappeda. Tidak disebutkan siapa pengganti orang tersebut, mungkin dalam penelitian walikota siapa yang lebih tepat menduduki jabatan di kepala bagian keuangan.
Eks Kantor Balai Kota Bukik Sibaluik, Jumat (22/08/2025), mendadak ramai dikunjungi ratusan orang. Untuk pertama kalinya sejak dilantik sebagai Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta menggelar pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama (JPTP) secara besar-besaran dengan jumlah mencapai 14 orang sekaligus.
Momen ini langsung menyita perhatian publik, sebab inilah gebrakan perdana Zulmaeta dalam menata jajaran birokrasi di lingkungan Pemerintah Kota Payakumbuh.
Dua pejabat dikukuhkan dalam jabatan pimpinan tinggi pratama, yakni Muslim sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, serta Marta Minanda sebagai Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman.
Selain itu, 12 pejabat lainnya resmi dilantik pada jabatan barunya, antara lain Elfriza Zaharman (Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik), Syafwal (Kepala Bappeda), Dafrul Pasi M (Kepala BKPSDM).
Kemudian Yonrefli (Kepala Dinas Sosial), jabatan lama sebagai Sekian belum terisi, Erwan (Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan), Yasrizal (Asisten Ekonomi dan Pembangunan), Desmon Korina (Kepala DP3AP2KB), Yunida Fatwa (Kadisparpora).
Selanjutnya Dony Prayuda (Kepala Dishub), Nofriwandi (Asisten Pemerintahan dan Kesra), Irwan Suwandi SN (Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan), serta Devitra (Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM).
Prosesi yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Zulmaeta itu turut disaksikan Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman dan Sekda Rida Ananda.
Dalam arahannya, Zulmaeta tampil dengan gaya tegas. Ia menekankan bahwa jabatan tinggi bukanlah hadiah, melainkan amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan.
Pelantikan ini bukan seremonial belaka. Jabatan hanya bisa diduduki maksimal lima tahun, dan itu pun tergantung kinerja. Jika tidak mampu menunjukkan prestasi, maka siap-siap untuk dievaluasi,” tegasnya.

14 orang pejabat tinggi Pratama yang alih tugas di pemko Payakumbuh. Langkah awal gebrakan walikota Zulmaeta menata ulang kedudukan para pejabat tersebut
Sebagai Wali Kota baru, Zulmaeta juga menekankan agar pejabat yang dilantik benar-benar menjadi motor penggerak perubahan birokrasi.
Ia meminta agar core values ASN “Ber AKHLAK Mulia” diterapkan dengan sungguh-sungguh, disertai lahirnya inovasi yang memberi dampak nyata bagi masyarakat.
“Kita sudah masuk era digitalisasi. Jangan ada pejabat yang lamban. Saatnya bekerja cepat, cerdas, dan penuh terobosan. Payakumbuh harus menjadi kota yang maju dan kompetitif,” ujarnya.
Para pejabat yang baru dilantik terlihat tegang, menyadari bahwa gebrakan pertama sang Wali Kota adalah sinyal kuat bahwa kinerja akan menjadi tolok ukur utama di era kepemimpinan baru Kota Payakumbuh. (Fd)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan