Bupati Jon Firman Pandu Beserta Jajaran saat mengunjungi rumah David, Selasa, 26 Agustus 2025.
Oleh: Nazwirman Koto
Solok, Berita Merdeka Online — Di sebuah rumah sederhana di Jorong Lurah Ingu, Nagari Simpang Tanjung Nan IV, Kecamatan Danau Kembar, Kabupaten Solok, seorang bocah laki-laki bernama David menjalani hari-harinya tak seperti anak-anak lain seusianya. Di usianya yang baru menginjak 10 tahun dan masih duduk di bangku kelas 4 SD, David sudah memikul beban hidup yang jauh lebih berat dari tubuh mungilnya, merawat ibunya yang lumpuh seorang diri.
Ibunya, Ernita, hanya bisa terbaring lemah di atas tempat tidur, tidak mampu melakukan aktivitas sehari-hari tanpa bantuan. Sejak kelumpuhan itu datang, David menjadi segalanya di rumah itu. Dari menyuapi ibu, membersihkan rumah, hingga memastikan dirinya tetap berangkat sekolah. Ia kecil, tetapi hati dan tanggung jawabnya besar.
Kehidupan mereka nyaris terabaikan, tersembunyi di balik bukit dan kabut Danau Kembar. Namun suatu hari, suara masyarakat sekitar yang peduli membawa kabar keluarga ini ke pendengaran pemimpin tertinggi daerah itu, Bupati Solok, Jon Firman Pandu.
Mendengar, Bergerak, Hadir
Selasa, 26 Agustus 2025. Tanpa banyak seremoni, Bupati Jon Firman Pandu bersama istri yang juga Ketua TP-PKK, Nia Jon Firman Pandu, datang langsung ke rumah David dan Ernita. Turut mendampingi pula Kepala DPRKPP Retni Humaira, jajaran Dinas Sosial, Baznas Kabupaten Solok, Camat Danau Kembar, dan Wali Nagari setempat.
Wajah-wajah itu hadir bukan untuk sekadar berkunjung, melainkan membawa harapan dalam bentuk nyata. Bantuan demi bantuan diberikan: bantuan tunai dari Bupati dan anggota DPRD Iskan Novis, bedah rumah senilai Rp20 juta, pengobatan, kursi roda, sembako, bantuan listrik BPBL, hingga bantuan konsumtif rutin dari Baznas yang akan mengalir setiap bulan. Tak ketinggalan, David juga menerima perlengkapan sekolah dan pakaian dari Retni Humaira.
Namun, lebih dari sekedar materi, yang datang hari itu adalah pengakuan, bahwa David dan ibunya tidak lagi sendiri.
“Yang paling utama kita dahulukan adalah membantu dari sisi kesehatan, kemudian bagaimana ekonomi keluarga bisa kita angkat. Pemerintah hadir untuk memperhatikan dan memberikan solusi,” ujar Bupati Jon Firman Pandu di depan rumah Ernita yang akan segera dibedah.
Ia juga memberikan pelukan semangat kepada David, yang tampak malu-malu menyambut rombongan tamu penting itu.
“Tetap semangat, jangan menyerah dengan penyakit. Kita bersama-sama, baik pemerintah nagari maupun jorong, akan terus memperhatikan kondisi masyarakat yang membutuhkan,” lanjut Bupati Jon Firman Pandu.
Di Balik Tawa Kecil David
Di balik senyum polosnya, David menyimpan lelah yang tak selalu bisa diungkapkan. Ketika teman-temannya bermain sepulang sekolah, David pulang lebih dulu untuk memastikan ibunya tidak kesepian. Ketika anak lain mengeluh soal PR, David kadang mengerjakannya sambil menyiapkan makanan atau membersihkan badan ibunya.
Tetangga sekitar sering membantu sebisanya, namun keterbatasan membuat semuanya tak selalu mudah. Kisah ini menjadi pengingat bahwa masih banyak anak-anak seperti David yang harus bertumbuh di tengah kondisi sulit namun tak kehilangan harapan.
Kini, setelah perhatian dari pemerintah Kabupaten Solok datang, kehidupan David dan Ernita perlahan akan berubah. Rumah mereka akan dibenahi, kebutuhan dasar dipenuhi, dan yang paling penting adalah mereka tahu bahwa mereka tidak lagi tak terlihat.
Satu Anak, Banyak Pelajaran
Kisah David adalah refleksi tentang betapa kuatnya cinta seorang anak. Ia tidak menyalahkan keadaan, tidak menuntut dunia. Ia hanya menjalani, dengan ketabahan yang membuat siapa pun yang mendengarnya merasa kecil.
Dan mungkin, dalam dunia yang terlalu sibuk mengejar pencapaian, kisah seperti ini menyadarkan kita bahwa kepedulian, empati, dan kehadiran adalah bentuk kekayaan yang tak bisa dihitung dengan angka.
David tak pernah meminta jadi pahlawan. Tapi hari itu, di hadapan para pejabat dan masyarakat yang menyaksikan, ia menunjukkan apa artinya menjadi manusia, dalam wujud paling murni, pengabdian seutuhnya kepada Ibu yang dicintainya. (NZ)

Bupati Jon Firman Pandu Beserta Jajaran saat mengunjungi rumah David, Selasa, 26 Agustus 2025.
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan