Bupati Jon Firman Pandu Pada Acara Otonomi Ekspo APKASI 2025 yang Dibuka Presiden Prabowo Subianto
Tangerang, Berita Merdeka Online — Di sela-sela pelaksanaan APKSI Ekspo di Tangerang Banten, Pemerintah Kabupaten Solok kembali menerima kabar yang membahagiakan dari Pemerintah Pusat.
Pasalnya Pemkab Solok berhasil memperjuangkan peningkatan alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Konektivitas Subbidang Jalan Tahun Anggaran 2026. Kabupaten ini resmi ditetapkan sebagai lokasi prioritas tematik Kawasan Produksi Pangan Nasional (KPPN) oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, dengan total nilai usulan mencapai Rp23 miliar, meningkat dari alokasi tahun sebelumnya sebesar Rp21 miliar.
Peningkatan tersebut tidak terlepas dari peran sentral Bupati Solok, Jon Firman Pandu, yang secara aktif melakukan pendekatan ke kementerian terkait untuk meyakinkan pentingnya pembangunan infrastruktur jalan di daerahnya. Usulan DAK tahun sebelumnya sempat mengalami pemangkasan akibat efisiensi anggaran yang diatur melalui Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025. Namun, melalui argumentasi teknis yang kuat dan komunikasi lintas kementerian yang intensif, Pemerintah Kabupaten Solok akhirnya mendapatkan kembali kepercayaan dari pemerintah pusat.
“Peningkatan alokasi ini adalah hasil dari proses panjang, kerja kolaboratif, dan penyampaian data yang komprehensif kepada kementerian teknis. Ini bukan sekadar usulan, tapi bagian dari strategi nasional ketahanan pangan,” ujar salah satu anggota tim teknis Pemkab Solok dalam forum tersebut.
Penetapan tersebut diumumkan dalam kegiatan Penilaian Usulan DAK Fisik Subbidang Jalan Tematik KPPN yang berlangsung pada 26–29 Agustus 2025 di Hotel Ibis Gading Serpong, Tangerang, Banten. Dalam forum ini, tim dari Kabupaten Solok menyampaikan dokumen teknis yang menunjukkan urgensi pembangunan infrastruktur jalan sebagai pendukung aktivitas produksi dan distribusi pertanian di wilayah Kecamatan Lembah Gumanti.


Bupati Jon Firman Pandu Pada Acara Otonomi Ekspo APKASI 2025 yang Dibuka Presiden Prabowo Subianto
Kecamatan Lembah Gumanti merupakan salah satu pusat produksi hortikultura utama di Sumatera Barat, khususnya untuk komoditas bawang merah dan cabai merah, yang berperan penting dalam menjaga pasokan pangan dan mengendalikan inflasi.
Adapun lima ruas jalan yang diusulkan untuk didanai melalui DAK 2026 adalah:
1. Jalan Bukit Barampuang – Taratak Galundi
2. Jalan Convention Hall – Taratak Galundi
3. Jalan Usang – Alahan Panjang
4. Jalan Simpang Batu Bagiriak – Galagah
5. Jalan Taratak Pauh – Simpang Tanjung Nan IV
Ruas-ruas tersebut dinilai strategis karena menghubungkan wilayah produksi pertanian dengan pasar distribusi regional dan nasional.
Infrastruktur yang memadai diyakini akan memperlancar arus logistik dan meningkatkan efisiensi biaya distribusi hasil pertanian.
Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Solok diwakili oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Evia Vivi Fortuna, ST.MM, bersama Endang Distianna Harida, ST, Silvi Pebriani, ST dari Dinas PUPR, serta Revi Puspita, ST dari Bapelitbang.
Keberhasilan ini memperkuat peran Bupati Jon Firman Pandu sebagai figur kepala daerah yang aktif dan progresif dalam mendorong pembangunan berbasis potensi lokal. Dalam situasi fiskal yang terbatas, Pemkab Solok mampu membangun sinergi pusat-daerah untuk mendorong pembangunan infrastruktur strategis, demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ketahanan pangan nasional. (Ikhsan)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan