Padang Panjang (Sumbar), Berita Merdeka Online – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Padang Panjang melaksanakan kegiatan Penemuan Kasus TBC dengan Rontgen Dada bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Senin (29/9/2025). Kegiatan berlangsung di ruang kunjungan rutan mulai pukul 08.30 hingga 15.00 WIB.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut surat Direktur Perawatan Kesehatan dan Rehabilitasi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Nomor PAS.6.PK.07.03-442 tentang pelaksanaan deteksi TBC di 532 Rutan, Lapas, LPAS, dan LPKA pada 33 Kantor Wilayah Pemasyarakatan tahun 2025.

Pemeriksaan yang ditargetkan untuk 164 orang WBP itu dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari pendaftaran dan skrining gejala, pemeriksaan chest x-ray, penentuan terduga TBC oleh dokter, pengumpulan spesimen dahak, penginputan data ke SITB, hingga pemberian konsumsi bagi peserta.
Hasilnya, sebanyak 164 WBP berhasil menjalani pemeriksaan rontgen dada. Dari jumlah tersebut, 60 sampel dahak suspek TBC dikirim ke RSUD Kota Padang Panjang untuk pemeriksaan lebih lanjut menggunakan metode Tes Cepat Molekuler (TCM).
Kegiatan ini melibatkan pejabat struktural Rutan Padang Panjang, perwakilan Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Sumbar, Dinas Kesehatan Kota Padang Panjang, petugas Puskesmas Koto Katiak, tenaga kesehatan Klinik Pratama Rutan, serta tim Tirta Medical Center.
Kepala Rutan Kelas IIB Padang Panjang, Torkis Freddy Siregar, A.Md.IP., S.H., menyampaikan bahwa pihaknya akan terus melakukan pemantauan kesehatan WBP, khususnya yang terindikasi TBC.
“Jika ada warga binaan yang positif TBC, akan segera dilakukan isolasi serta pengobatan dan pendampingan intensif. Kami juga akan memperkuat koordinasi dengan Dinas Kesehatan serta fasilitas rujukan untuk memastikan penanganan optimal,” tegasnya.
Ia menambahkan, sosialisasi kesehatan rutin mengenai pencegahan penyakit menular serta edukasi menjaga kebersihan lingkungan akan terus digiatkan di dalam rutan.
“Kegiatan pemeriksaan TBC ini berjalan aman dan tertib, serta diharapkan mampu meningkatkan layanan kesehatan di lingkungan pemasyarakatan sekaligus mencegah penyebaran penyakit menular,” kata Karutan Torkis Freddy Siregar.
(Charles Nasution)




Tinggalkan Balasan