Jon Firman Pandu, Bupati Solok
SOLOK, Berita Merdeka Online — Pemerintah Kabupaten Solok, Sumatera Barat, terus memperkuat posisinya sebagai daerah tujuan wisata unggulan nasional dan internasional dengan menggulirkan dua agenda besar tahun depan: Festival 5 Danau dan Alahan Panjang Run 2025.
Dua program strategis ini tidak hanya menyajikan hiburan dan kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi sarana penguatan ekonomi kreatif dan pelestarian budaya Minangkabau.
Dalam jumpa pers yang digelar di Ruang Rapat Setda Arosuka, Rabu (1/10), Bupati Solok H. Jon Firman Pandu menyatakan bahwa Festival 5 Danau akan digelar pada 9 hingga 11 Oktober 2025, berlokasi di lima danau ikonik Kabupaten Solok, yakni Danau Singkarak, Danau Tuo, Danau Talang, Danau Diatas, dan Danau Dibawah.
“In sya Allah, Festival 5 Danau tahun ini akan menjadi momentum kebangkitan pariwisata Solok. Apalagi, festival ini telah terpilih masuk dalam program Kharisma Event Nusantara (KEN) 2025 oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Bahkan, Menteri Pariwisata, Ibu Widiyanti Putri Wardhana direncanakan hadir langsung,” ujar Jon Firman Pandu.
Festival ini akan menampilkan berbagai kegiatan yang mencerminkan potensi lokal Solok, mulai dari pertunjukan budaya, kuliner tradisional, hingga kompetisi berbasis komunitas.
Rangkaian acaranya antara lain:
• Malamang Siarang 1.000 Batang,
• Tour Offroad & Mobil Tua,
• Lomba Video dan Foto Lima Destinasi,
• Lomba Sambal Lado Khas 74 Nagari,
• Dulang 40 Tingkat,
• hingga Masak Ikan Bilih Serentak oleh 74 Nagari.
“Pariwisata yang kita bangun adalah yang berbasis masyarakat. Kita ingin setiap tamu yang datang memberi nilai tambah bagi UMKM, seniman, hingga petani dan nelayan lokal. Ini bukan sekadar tontonan, tapi gerakan ekonomi rakyat,” tegas Bupati.
Alahan Panjang Run Siap Tarik Ribuan Wisatawan
Selain Festival 5 Danau, Pemerintah Kabupaten Solok juga menyiapkan Alahan Panjang Run 2025, ajang lari lintas alam bertaraf internasional yang dipusatkan di kawasan dataran tinggi Alahan Panjang.
Event ini menonjolkan keindahan alam, udara sejuk, serta lintasan yang menantang, selaras dengan konsep green tourism dan slow adventure.
“Kita ingin menjadikan Solok sebagai magnet baru sport tourism di Sumatera Barat. Alahan Panjang Run bukan sekadar ajang lari, tapi juga pengalaman menyatu dengan alam dan budaya,” kata Jon Firman.

Jon Firman Pandu, Bupati Solok
Penyelenggaraan ajang ini dirancang profesional dan akan melibatkan komunitas pelari nasional maupun mancanegara. Ribuan peserta ditargetkan hadir, sekaligus memperkenalkan Solok di panggung global.
Turut hadir dalam jumpa pers tersebut, Asisten I Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Solok, Drs. Zaitul Ikhlas, Plt. Kadis Kominfo Safriwal, Kadis Pariwisata drg. Aida Herlina, dan Kabid Promosi Pariwisata Vega Denia Surya.
Mereka menyatakan seluruh perangkat daerah telah bersinergi dan siap mendukung penuh kedua event besar tersebut. Kolaborasi lintas sektor dinilai penting untuk memastikan keberhasilan agenda dan manfaat ekonomi yang merata.
“Kami juga mengajak seluruh masyarakat Solok untuk ikut ambil bagian. Menjadi tuan rumah yang ramah, menjaga kebersihan, dan menyambut setiap wisatawan dengan keramahan khas Minang,” pungkas Bupati.
Dengan berbagai inovasi dan pelibatan aktif masyarakat, Festival 5 Danau dan Alahan Panjang Run 2025 bukan hanya menjadi ajang seremonial tahunan. Keduanya dijadikan instrumen pembangunan daerah berbasis potensi lokal yang inklusif dan berkelanjutan.
Kabupaten Solok kini memantapkan diri sebagai bagian penting dalam peta strategis pariwisata nasional. Momentum ini menjadi peluang emas untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkenalkan Solok ke panggung dunia. ( Ikhsan )
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan