Desmalia Ramadhanur, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sokok
Arosuka, Berita Merdeka Online – Pemerintah Kabupaten Solok melalui Dinas Sosial akan melakukan pembaruan dan penyempurnaan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang kini bertransformasi menjadi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Langkah ini dilakukan untuk memastikan penyaluran bantuan sosial (bansos) lebih tepat sasaran, tepat manfaat, dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Solok, Desmalia Ramadhanur, menyampaikan hal itu saat memberikan arahan pada apel pagi ASN Pemkab Solok di Arosuka, Senin, 13 Oktober 2025.
Apel tersebut turut dihadiri Sekreteris Daerah, Medison, para asisten, staf ahli Bupati, pimpinan OPD, serta jajaran ASN di lingkungan Pemkab Solok.
“Data DTSEN ini nantinya akan menjadi satu-satunya pedoman dalam penyaluran bantuan sosial,” tegas Desmalia.
Menurutnya, selama ini masih ditemukan sejumlah data penerima bantuan yang belum valid, sehingga menyebabkan bantuan tidak tepat sasaran. Karena itu, pembaruan data menjadi langkah penting agar program-program sosial seperti Bansos, PKH, BPJS, dan program pemberdayaan masyarakat bisa diterima oleh pihak yang benar-benar membutuhkan.
Desmalia menjelaskan, proses pembaruan DTSEN dilakukan dengan melibatkan berbagai OPD terkait, seperti Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Dinas Kesehatan, serta Badan Pusat Statistik (BPS). Langkah ini, katanya, bertujuan untuk memastikan data yang dihimpun benar-benar akurat, lengkap, dan bisa dijadikan pedoman tunggal bagi semua program bantuan sosial di Kabupaten Solok.

Desmalia Ramadhanur, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sokok
“Kami ingin memastikan bahwa data sosial dan ekonomi masyarakat dikelola secara terpadu, terverifikasi, dan terus diperbarui,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Desmalia juga mengimbau masyarakat serta aparatur pemerintahan di tingkat nagari untuk ikut berperan aktif dalam memperbaiki data penerima bantuan.
“Jika ada masyarakat atau tetangga kita yang belum atau tidak tepat menerima bantuan, tolong bantu kami dengan melaporkannya ke Dinas Sosial atau melalui aplikasi Lapor Pak JFP, agar bisa segera kami tindak lanjuti,” jelasnya.
Menurut Desmalia lagi, keterlibatan masyarakat menjadi kunci agar data sosial dan ekonomi di Kabupaten Solok benar-benar mencerminkan kondisi riil di lapangan.
“Dengan data yang valid dan terintegrasi, kami yakin penyaluran bantuan sosial akan lebih adil, tepat sasaran, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkas Desmalia. (Naz)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan