Sekjen PWI Pusat Zulmansyah .S bersama Nahar Sago terlibat membicarakan pemekaran PWI kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota yang harus dipisah.

Limapuluh Kota, Berita Merdeka Online — Sebuah gagasan yang digulirkan oleh Forum wartawan di Luak Limopuluah yang disebut Luak Nan Bungsu untuk dilakukan Pemekaran Kepengurusan Persatuan Wartawan Indonesia ( PWI ) berdiri kepengurusan PWI kota Payakumbuh dan pengurus PWI Kabupaten Limapuluh Kota.

Sejak adanya pengurus PWI di daerah, di Luak Limopuluah hanya satu kepengurusan untuk dua daerah ini.
Dengan adanya saran dan pendapat baik dari mantan ketua PWI Pusat Atal Depari, Sekjen PWI pusat Zalmansyah.S dan juga harapan dari Pemerintah kedua daerah Payakumbuh dan Limapuluh Kota agar dipisah dan berdiri sendiri-sendiri kepengurusannya.

Gagasan ini sudah sejak tahun 2023 diajukan dan memintak persetujuan ke pengurus PWI Sumbar oleh Forum wartawan Luak Limopuluah yang anggota PWI, akan tetapi sampai akan berakhirnya tahun 2025 harapan tersebut tidak mendapat persetujuan dari pengurus PWI Sumbar yang dikomandoi oleh Widia Nafis.

Usulan pemekaran ini telah diajukan baik secara tertulis maupun bertatap muka lansung dengan pengurus PWI Sumbar beberapa kali, malah selalu memberikan jawaban yang tidak pasti terkesan mempersulit.
Terakhir surat susulan telah disampaikan pada tanggal 27 Oktober 2025 oleh saudara Afrimas yang diterima oleh staf PWI Sumbar Nel.Berita terakhir dari Nel bahwa surat tersebut sudah disampaikan kepada ketua PWI Sumbar Widia Nafis, tapi tidak ada respon sama sekali sampai berita ini dikirimkan tanggal 29 opember 2025, demikian juga dari ketua bidang Organisasi Sawir Pribadi dan ketua DKP Zul Efendi sebagai tembusan.

Sekjen PWI Pusat Zulmansyah .S bersama Nahar Sago terlibat membicarakan pemekaran PWI kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota yang harus dipisah.

Sulitnya mendapat persetujuan pemekaran ini dari pengurus PWI Sumbar mengundang banyak tanda tanya dan mengundang kecurigaan yang negatif. Karena mantan ketua PWI Payakumbuh dan Limapuluh Kota Aspon Dedi pernah mengatakan dalam rapat terbuka PWI menyatakan tidak setuju untuk dimekarkan selagi saya jadi ketua PWI ini tegasnya.
Kini masa jabatan ketua PWI Payakumbuh/,Limapuluh Kota sudah berakhir awal bulan Oktober 2025 sesuai pelaksanaan Kompercab PWI 1 Oktober 2022.
Apakah akan dilaksanakan Kompercab. PWI di dua daerah ini atau tidak, tidak ada sama sekali tanda-tanda akan dilaksanakan Kompercab PWI ini baik suara dari PWI Sumbar ataupun dari anggota PWI Payakumbuh dan Limapuluh Kota.

Barangkali ada baiknya Forum yang menginginkan pemekaran pengurus PWI daerah ini melangkah kearah penyusunan panitia Kompercab atau panitia pemekaran sekaligus mengajukan calon-calon ketua di kedua daerah ini ke PWI Sumbar untuk mendapatkan penetapan calon ketua yang memenuhi syarat.

Pemekaran ini dilakukan bukan untuk memecah belah sesama anggota PWI di daerah, karena ada beberapa hal yang harus disempurnakan terutama menyangkut pertanggung jawaban keuangan yang diperbantukan Pemda kepada organisasi ini.

Selama ini pertanggung jawaban dana hibah seolah ada semacam kesulitan oleh bagian keuangan, karena nama daerah yang menerima bantuan ada dua satu kota dan satu lagi Kabupaten.
Terkait persyaratan yang akan terlibat dalam kepengurusan PWI kabupaten sudah lebih dari cukup jumlahnya. Demikian juga untuk kota Payakumbuh.

Kita ingin kepengurusan PWI di dua daerah ini silih berganti antara generasi tua dengan muda yang harus bersemangat untuk memelihara Marwah Organisasi ini kedepan.( NS/Fd )


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.