Bengkulu | Berita Merdeka Online — PT Fito Bersaudara Perkasa berhasil menyelesaikan pekerjaan penggantian Jembatan Pulau Baai IB tepat waktu sesuai kontrak, meskipun proyek ini sempat diragukan akan rampung akibat cuaca ekstrem dan tantangan teknis di lapangan.
Proyek strategis ini dimulai pada April 2025 dengan masa pelaksanaan 240 hari kerja, di bawah program Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Bengkulu, serta berada dalam pengawasan Satuan Kerja II.
Jembatan sepanjang ±102 meter dan lebar 11 meter tersebut merupakan akses utama menuju Pelabuhan Pulau Baai, yang menjadi simpul vital arus logistik, distribusi barang, dan mobilitas masyarakat di Provinsi Bengkulu.

Hingga awal November 2025, struktur jembatan belum sepenuhnya tersambung sehingga memunculkan keraguan dari berbagai pihak terhadap ketepatan waktu penyelesaian proyek. Situasi semakin menantang akibat hujan deras dan badai yang melanda wilayah Bengkulu sejak Oktober hingga Desember 2025.
Namun melalui manajemen proyek yang ketat, kerja siang-malam, serta koordinasi intensif antara kontraktor, pengawas, dan pemilik proyek, PT Fito Bersaudara Perkasa mampu menuntaskan seluruh pekerjaan sesuai jadwal.
Direktur PT Fito Bersaudara Perkasa, Gilang, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan tersebut.
“Alhamdulillah, setelah 240 hari kerja sejak April, penggantian Jembatan Pulau Baai IB akhirnya rampung tepat waktu meskipun menghadapi cuaca ekstrem. Terima kasih kepada seluruh tim yang bekerja dengan dedikasi tinggi dan profesional,” ujar Gilang.
Kepala Satuan Kerja II BPJN Provinsi Bengkulu, Suwarno, ST, mengapresiasi kinerja kontraktor pelaksana yang dinilai mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai standar teknis.
“PT Fito mampu menangani tahapan krusial proyek ini dengan baik, sehingga pekerjaan selesai tepat waktu dan sesuai spesifikasi,” katanya.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Miswan, ST, menambahkan bahwa pengawasan dilakukan secara intensif untuk memastikan mutu pekerjaan dan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) tetap terjaga.
Sementara itu, Kepala BPJN Provinsi Bengkulu, Zepnat Kambu, ST, MT, menegaskan bahwa rampungnya jembatan ini memberikan dampak langsung bagi kelancaran arus logistik dan aktivitas ekonomi daerah.
“Pelabuhan Pulau Baai adalah simpul utama perekonomian Bengkulu. Rampungnya jembatan ini tepat waktu menunjukkan sinergi yang baik antara BPJN dan kontraktor,” ujarnya.
Dengan selesainya proyek ini, PT Fito Bersaudara Perkasa dinilai berhasil membuktikan kapasitas manajemen proyek serta memperkuat reputasinya sebagai kontraktor nasional yang mampu menangani infrastruktur strategis di tengah tekanan waktu dan kondisi lapangan yang berat. (Antonius)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan