Sekda Kabupaten Solok Pimpin Rapat evaluasi penanganan bencana sekaligus penyusunan rencana kegiatan pascabencana hidrometeorologi pada masa transisi pemulihan (5/1)
Solok, Berita Merdeka Online – Sekretaris Daerah Kabupaten Solok, Medison, menegaskan bahwa masa transisi pemulihan pascabencana hidrometeorologi merupakan fase krusial yang menuntut kehadiran negara secara utuh, baik dalam perencanaan, pelaksanaan tindakan, hingga menjamin keselamatan dan kesejahteraan masyarakat terdampak.
“Pemulihan tidak cukup hanya membangun kembali yang rusak, tetapi memastikan masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan dengan rasa aman, bermartabat, dan berdaya. Di sinilah kolaborasi menjadi kunci bagi kita bersama untuk bangkit dari musibah bencana,” ujar Medison.
Hal tersebut disampaikan Medison saat memimpin rapat evaluasi penanganan bencana sekaligus penyusunan rencana kegiatan pascabencana hidrometeorologi pada masa transisi pemulihan, Senin (5/1/2026), di Arosuka.
Menurut Medison, seluruh tahapan pemulihan harus berbasis data dan pengalaman lapangan agar setiap program yang dirancang tidak bersifat seremonial, melainkan benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat terdampak. Ia meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan kecamatan untuk menyelaraskan program kerja masing-masing dengan rencana pemulihan yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Sekda Kabupaten Solok Pimpin Rapat evaluasi penanganan bencana sekaligus penyusunan rencana kegiatan pascabencana hidrometeorologi pada masa transisi pemulihan (5/1)
“Semua OPD dan camat harus bergerak dalam satu irama. Pemulihan harus terencana, terukur, dan berkelanjutan,” tegasnya.
Rapat tersebut turut dihadiri Direktur Pemetaan dan Evaluasi Risiko Bencana BNPB, Dr. Ir. Uldrekh, S.E., M.Sc., seluruh Kepala OPD se-Kabupaten Solok, serta para camat.
Dalam sambutannya, Dr. Uldrekh menyampaikan bahwa masa transisi pemulihan saat ini merupakan periode yang sangat kritis, terlebih menjelang masuknya bulan Ramadan. Ia menekankan pentingnya pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak secara cepat dan tepat.
“Salah satu yang paling mendasar adalah memastikan masyarakat terdampak memiliki tempat tinggal yang layak. Program Dana Tunggu Huni (DTH) menjadi sangat penting untuk beberapa bulan ke depan,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Solok, lanjut Medison, berkomitmen menjadikan proses pemulihan pascabencana sebagai momentum memperkuat ketangguhan daerah terhadap bencana hidrometeorologi. Selain itu, pemulihan juga diarahkan untuk membangun tata kelola penanganan bencana yang lebih responsif, inklusif, dan berorientasi pada masa depan. (Ikhsan Yusuf)



Tinggalkan Balasan