Suasana niniak-
mamak Koto Nan Ompek bersama ketua LKAAM Sumbar Fauzi Bahar Dt Sati yang menyerahkan surat pengaduan terkait Tanah Ulayat di pasar Payakumbuh.
Payakumbuh. Berita Merdeka Online —
Polemik yang berkepanjangan soal Tanah Ulayat nagari Koto Nan Ompek di Pasar Payakumbuh, antara Pemko dengan tokoh-tokoh adat, ada baiknya dilakukan duduk bersama dalam artian bermusyawarah antara pihak Pemko Payakumbuh dengan kaum niniak-mamak,ulama,cerdik pandai dan Bundo kandung dalam nagari.
LKAAM Sumbar mengusulkan hal demikian untuk mencari titik temu penyelesaian. Jangan saling adu argumen dan adu kuat itu tidak akan menyelesaikan masalah.
“Tidak ada yang lebih baik daripada duduk bersama, mediasi dan bermusyawarah secara keluargaan, Pengurus LKAAM Sumbar siap menjadi mediator atau fasilitator kalau diminta,” kata Ketua Umum LKAAM Sumbar i adalah hak, identitas d kehormatan dari suatu nagari. Ini tentu harus dihargai. Karena itu, pihak manapun yang ingin memanfaatkan tanah ulayat nagari harus mendapatkan persetujuan dari Niniak Mamak secara bulat.
“Pemerintah Kota Payakumbuh jika memerlukan tanah ulayat nagari bisa saja, asal mendapatkan persetujuan dari Niniak Mamak. Karena itu tidak perlu memaksakan kehendak, kembali saja ke pangkal jalan dan duduk bermusyawarah dengan Niniak Mamak Nagari Koto Nan Ompek.
Perwakilan Niniak Mamak Koto Nan Ompek yang bertemu dengan kami, menyatakan dukungan kepada pembangunan Pasar Payakumbuh asal Wali Kota mau bermusyawarah dengan Niniak Mamak,” kata Fauzi Bahar Dt. Sati, Wali Kota Padang periode 2004-2014.
Pada hari Sabtu tanggal 10 Januari 2026, Perwakilan Niniak Mamak Nagari Koto Nan Ompek mengadakan pertemuan dengan Ketum LKAAM Sumbar Prof. Dr. Fauzi Bahar, M.Si Dt. Sati di Cafe Petto, Kota Payakumbuh. Pada saat itu diserahkan tembusan Surat Pernyataan Anak Nagari oleh Dr. Anton Permana, SIP.,MH Dt. Hitam.
Dalam pertemuan itu, Niniak Mamak Nagari Koto Nan Ompek terdiri dari AP Dt. Itam, Salman Dt. Mahudun Tuo Kampuang pasukuan Piliang, Defitri Dt. Simarajo Lelo, Pengurus dan Ketua Bundo Kanduang Koto Nan Ompek terpilih Yeni Ramzi Dkk., dan Dt. Paduko Tuan dari Nagari Aia Tabik.
Dalam arahannya setelah menerima Surat Pernyataan Anak Nagari Koto Nan Ompek itu, Ketum LKAAM Sumbar Prof Dr. Fauzi Bahar menambahkan, jika Pemko Payakumbuh berbenturan dengan Niniak Mamak sebagai pemilik tanah ulayat pasti akan capek sendiri serta akan menguras energi.
Karena Niniak Mamak posisinya mempertahankan hak, identitas dan aset nagari sesuai pula caranya dengan adat salingka nagari.

Suasana niniak-
mamak Koto Nan Ompek bersama ketua LKAAM Sumbar Fauzi Bahar Dt Sati yang menyerahkan surat pengaduan terkait Tanah Ulayat di pasar Payakumbuh.
“Obatnya yang paling ampuh adalah bermusyawarah. Jika sesat di ujung jalan maka kembali ke pangkal jalan, tidak perlu pula malu Pemko Payakumbuh dan Niniak Mamak Koto Nan Ompek membuka ruang untuk bermusyawarah dan duduk bersama.
Kita dari LKAAM Sumbar siap menjadi mediator jika diminta kedua belah pihak,” jelas Fauzi Bahar Dt. Sati, yang didampingi Chairil Anwar Dt. Mulia dan Arfa Kasni Dt. Tumangguang.
Kisruh tanah ulayat Pasar Syarikat Payakumbuh hingga kini masih menggantung, kendati telah dilakukan pengukuran oleh BPN bersama dengan Pemko serta beberapa orang unsur niniak-mamak mamak dua nagari Koto Nan Ompek dan Koto Nan Godang, dan dilanjutkan dengan penanda tanganan naskah perjanjian bagi hasil pasar di hadapan notaris di balai kota Payakumbuh beberapa hari lalu.
Namun belum memuluskan harapan Pemko untuk memiliki Tanah Ulayat tersebut, pasalnya masih banyak orang-orang yang mungkin Jo patut untuk membulatkan kesepakatan tersebut tidak dihadirkan Pemko.
Oleh karena belum adanya titik temu antara Pemko Payakumbuh dengan Nagari Koto Nan Ompek. Kedua pihak masih berdiri pada argumen masing-masing dan waktu pun terus berlalu terbuang percuma.
Pemko Payakumbuh jalan terus mengurus sertifikat Hak Pakai (HP) dengan merangkul beberapa Niniak Mamak Koto Nan Ompek pada 5 Januari 2026.
Sementara Rapat Akbar Anak Nagari Koto Nan Ompek pada tanggal 9 Januari 2026 berlansung di balai adat dengan menyepakati menolak kesepakatan yang telah dibuat Pemko dengan oknum oknum niniak-mamak mamak dua nagari.
Karena itu jauh-jauh hari Niniak Mamak telah memasukkan permohonan blokir kepada BPN Payakumbuh, dan selanjutnya niniak mamak Koto nan Ompek juga akan mengurus pensertifikatkan Tanah Ulayat tersebut.(NS)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan