BENGKULU, Beritamerdekaonline.com – Sejumlah organisasi kemasyarakatan yang tergabung dalam Gabungan Ormas Bengkulu Bersatu (GOLBE) mendatangi Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR) Provinsi Bengkulu untuk melakukan audiensi terkait temuan amunisi di rumah Kepala Dinas PUTR oleh aparat penegak hukum (APH).
Kedatangan perwakilan GOLBE tersebut bertujuan untuk bersilaturahmi sekaligus meminta klarifikasi terkait isu yang tengah menjadi perhatian publik di Bengkulu. Namun, pertemuan yang direncanakan tidak dapat terlaksana karena pejabat yang bersangkutan tidak berada di tempat saat rombongan datang.
Koordinator GOLBE Hasnul Effendi menyampaikan bahwa pihaknya sebelumnya telah mengirimkan surat resmi kepada Dinas PUTR Provinsi Bengkulu untuk melakukan hearing atau pertemuan guna membahas persoalan tersebut.

“Kami datang dengan tujuan bersilaturahmi dan meminta penjelasan terkait temuan amunisi di rumah Kepala Dinas PUTR yang sebelumnya diinformasikan ditemukan oleh aparat penegak hukum. Namun saat kami datang, yang bersangkutan tidak berada di tempat,” ujar Hasnul Effendi kepada redaksi Berita Merdeka Online melalui pesan WhatsApp, Jumat (13/3/2026) malam.
Menurutnya, langkah audiensi tersebut merupakan bagian dari upaya masyarakat sipil untuk mendapatkan informasi yang jelas serta mendorong transparansi dalam penanganan persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
Hasnul Effendi menegaskan, GOLBE akan terus berupaya melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memperoleh kejelasan atas persoalan tersebut.
“Sebagai penanggung jawab koordinasi dari GOLBE, kami akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait agar persoalan ini dapat dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa apabila dalam waktu dekat belum ada penjelasan yang memadai, pihaknya tidak menutup kemungkinan akan melakukan aksi unjuk rasa.
“Tidak menutup kemungkinan kami akan melakukan aksi demonstrasi di depan Kantor Dinas PU Provinsi Bengkulu maupun di depan Polda Bengkulu dalam minggu ini,” tambahnya.
Hasnul menjelaskan, aksi tersebut bertujuan untuk mendorong transparansi serta memastikan bahwa setiap persoalan yang berkaitan dengan kepentingan publik dapat ditangani secara terbuka sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah aktivis dari berbagai organisasi yang tergabung dalam GOLBE turut hadir. Di antaranya Ketua Umum LSM KPPN Yoyon Markoni, Ketua Umum LSM GAM RI, Hasnul Effendi Ketua Umum LSM GANSES Provinsi Bengkulu, serta aktivis Masyarakat Benteng Malani.
Mereka menyatakan komitmennya untuk terus mengawal persoalan tersebut agar mendapatkan kejelasan serta penanganan yang transparan dari pihak terkait.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Bengkulu belum memberikan keterangan resmi terkait kedatangan perwakilan GOLBE maupun isu temuan amunisi yang menjadi perhatian publik tersebut.
Redaksi Berita Merdeka Online masih berupaya menghubungi pihak terkait guna memperoleh konfirmasi dan klarifikasi lebih lanjut agar pemberitaan tetap berimbang sesuai dengan kaidah jurnalistik. (Anthonius)




Tinggalkan Balasan