SEMARANG, Berita Merdeka Online – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, kembali melantik dan mengambil sumpah 30 jabatan pejabat administrator dan pejabat pengawas Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Semarang, Selasa (17/3).

Pelantikan tersebut merupakan bagian dari penyesuaian struktur organisasi yang sebelumnya tertunda karena menunggu persetujuan pemerintah pusat.

Agustina menyebut, proses ini merupakan lanjutan dari pengajuan yang telah diajukan sebelumnya, khususnya terkait sektor administrasi kependudukan dan pencatatan sipil.

“Total ada 30 pejabat yang dilantik. Sebagian pengajuan sebelumnya harus menunggu izin dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, sehingga baru bisa kami laksanakan sekarang,” ujarnya usai pelantikan di Ruang Lokakrida lantai 8 Balai Kota Semarang.

Ia menjelaskan, selain pelantikan pejabat baru, sejumlah aparatur juga menjalani pengukuhan ulang akibat perubahan nomenklatur kementerian di tingkat pusat. Perubahan tersebut berdampak pada penyesuaian struktur organisasi di daerah, termasuk pergeseran tugas antar organisasi perangkat daerah.Agustina Wilujeng Pramestuti

Salah satu perubahan terlihat pada pengelolaan lampu penerangan jalan yang kini dialihkan ke Dinas Perhubungan.

“Dengan perubahan ini, ada penambahan tugas di sektor perhubungan yang harus segera direspons oleh perangkat daerah terkait,” kata Agustina.

Dalam arahannya, Agustina menekankan pentingnya integritas dan inovasi bagi para pejabat yang baru dilantik. Ia juga mengingatkan pentingnya kerja tim dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Sementara itu, Kepala BKPP Kota Semarang Joko Hartono menyebut seluruh proses pelantikan telah sesuai dengan ketentuan pemerintah pusat. Dari total 30 pejabat, 12 orang merupakan pejabat struktural yang dilantik, sedangkan 18 lainnya merupakan pengukuhan ulang.

Menurutnya, pelantikan ini juga sekaligus mengisi kekosongan jabatan lurah yang sebelumnya belum terisi. Dengan demikian, diharapkan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal.

“Organisasi harus tetap dinamis. Setiap tahun pasti ada pegawai yang pensiun, sehingga pengisian jabatan perlu dilakukan secara berkelanjutan,” ujarnya. (day)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.