Muara Teweh, Berita Merdeka Online – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Barito Utara terus memperkuat layanan air bersih bagi masyarakat. Pada tahun anggaran 2026, PDAM akan membangun Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru guna meningkatkan kapasitas distribusi air bersih, khususnya untuk wilayah Kota Muara Teweh dan sekitarnya.

Direktur PDAM Barito Utara, Roosmanjaya Anor, S.T., mengatakan pembangunan IPA berkapasitas 50 liter per detik tersebut didukung pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Proyek ini ditujukan untuk menjawab kebutuhan air bersih masyarakat yang terus meningkat.

“Selama ini kapasitas terpasang hanya sekitar 130 liter per detik. Kondisi tersebut dinilai belum memadai untuk melayani pelanggan yang terus bertambah,” ujar Roosmanjaya, Selasa (7/4/2026).

Pembangunan instalasi pengolahan air (IPA) PDAM Barito Utara di Muara Teweh tahun 2026

Selain pembangunan IPA, PDAM juga akan membangun reservoir atau tangki penampung air berkapasitas 500 meter kubik. Fasilitas ini berfungsi menjaga kestabilan pasokan air kepada pelanggan.

Tak hanya itu, penguatan jaringan distribusi juga menjadi fokus utama. Pipa distribusi akan diperluas ke sejumlah wilayah lingkar Kota Muara Teweh, di antaranya Jalan Pendreh, Desa Batas, dan Pareng Kampeng. Langkah ini diharapkan mampu memperluas jangkauan layanan air bersih secara merata.

Pada tahun yang sama, PDAM Barito Utara juga menerima dukungan dari pemerintah daerah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Bantuan tersebut berupa dua unit pompa, yakni pompa Intex dan booster pump untuk meningkatkan tekanan air agar tetap stabil, khususnya di wilayah Muara Teweh.

Selain itu, pembangunan IPA berkapasitas 50 liter per detik juga akan dilakukan di wilayah IKK PDAM Jingah guna memperkuat suplai air bersih di daerah tersebut.

Dalam rangka mendukung operasional sistem baru, PDAM juga akan meningkatkan daya listrik dari 345 KVA menjadi 555 KVA. Saat ini, proses pengajuan peningkatan daya tersebut tengah dilakukan ke pihak PT PLN (Persero).

Roosmanjaya berharap pihak PLN dapat mempercepat proses instalasi agar operasional IPA berjalan optimal tanpa harus bergantung pada mesin genset berbahan bakar minyak yang berbiaya tinggi.

“Kami berharap dukungan percepatan dari PLN agar tidak membebani operasional PDAM, karena penggunaan genset tentu membutuhkan biaya tambahan,” tegasnya.

Pembangunan IPA dan infrastruktur pendukung ini merupakan bagian dari komitmen PDAM Barito Utara dalam meningkatkan kualitas pelayanan air bersih kepada masyarakat. Dengan adanya tambahan kapasitas dan jaringan distribusi, diharapkan kebutuhan air bersih warga dapat terpenuhi secara lebih optimal dan berkelanjutan. (Carli)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.