Bengkulu, Beritamerdekaonline.com – Momentum peringatan Hari Kartini ke-147 tahun 2026 menjadi pijakan penting bagi kaum perempuan untuk merefleksikan kembali perjuangan Raden Ayu (R.Ay) Kartini. Dalam narasinya, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP), Provinsi Bengkulu Ny. Hj. Mardliyataini HS. Herwan Antoni, menegaskan bahwa semangat emansipasi harus berjalan selaras dengan pengabdian terhadap keluarga.

Kehadiran Ny. Hj. Mardliyataini sebagai narasumber utama dalam peringatan ini membawa pesan kuat mengenai esensi “Kartini Modern”. Ia menyampaikan bahwa kemajuan zaman memang memberikan ruang seluas-luasnya bagi wanita untuk berkarya, namun kodrat sebagai pendidik utama tidak boleh terpinggirkan.
Dalam materinya, Ny. Hj. Mardliyataini mengingatkan agar wanita, sehebat apa pun karier dan setinggi apa pun pencapaiannya, tetap harus membumi. Peran perempuan sebagai fondasi moral keluarga adalah sesuatu yang mutlak.
”Mengingat perjuangan Kartini, kita diingatkan kembali bahwa wanita mau se-Srikandi apa pun, mau seperti apa pun kariernya, dan berpartisipasi dalam bidang apa pun, ia harus kembali ke kodratnya. Yakni, menjadi pendidik generasi muda dan menjadi madrasah untuk pendidikan di dalam keluarga,” ungkapnya dengan lugas, di Aula Merah Provinsi Bengkulu, Selasa (21/4/2026).
Lebih jauh, ia membedah realitas sosial mengenai peran ganda wanita di era sekarang. Fenomena wanita yang turut bekerja bukan sekadar gaya hidup, melainkan sering kali didorong oleh tanggung jawab ekonomi untuk menopang kesejahteraan rumah tangga.
Ia mengakui bahwa tuntutan finansial memaksa banyak wanita menjadi “pencari nafkah” tambahan. Baik mereka yang bekerja sebagai buruh pabrik maupun mereka yang harus keluar rumah dari pagi hingga sore hari di daerah-daerah, semuanya memiliki tujuan mulia: membantu suami mencukupi kebutuhan ekonomi.
”Wanita kini bukan hanya berperan sebagai istri dan ibu, tetapi juga harus membantu finansial karena keterbatasan ekonomi. Inilah yang membuat peran wanita menjadi ganda, bahkan multiganda,” tambah Ny. Hj. Mardliyataini.
Terkait isu gender, ia menilai bahwa secara umum sudah tidak ada lagi hambatan bagi perempuan untuk maju. Dunia kerja dan ruang publik kini sangat terbuka bagi partisipasi perempuan. Namun, kemerdekaan tersebut menuntut tanggung jawab moral yang besar.
Ny. Hj. Mardliyataini menekankan pentingnya menjaga kehormatan diri selama beraktivitas di luar rumah. Menurutnya, membantu ekonomi keluarga adalah perbuatan terpuji, namun tetap harus dalam koridor norma yang berlaku.
”Diharapkan wanita yang bekerja keluar rumah itu bisa membatasi diri dan menjaga kehormatan diri. Di samping membantu ekonomi keluarga, martabat harus tetap dijaga dengan baik di luar rumah,” pungkasnya menutup paparan dalam rangka Hari Kartini ke-147 tersebut.

Tinggalkan Balasan