Padang Panjang (Sumbar), Berita Merdeka Online — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) bersama DPRD Provinsi Sumatera Barat, Haluan Agency, dan Jago Akademik, menggelar pelatihan digital marketing bagi pemuda dari 19 kabupaten dan kota di Sumatera Barat.

Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Mifan Padang Panjang pada Minggu 24 Mei sampai Selasa 26 Mei 2026 itu bertujuan untuk meningkatkan keterampilan generasi muda dalam memanfaatkan teknologi digital guna memperluas peluang usaha dan meningkatkan pendapatan.

Pelatihan tersebut dibuka oleh Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah. Hadir dalam kesempatan itu Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat sekaligus Sekretaris DPW Partai NasDem Sumbar, Nanda Satria, Ketua DPRD Kota Padang Panjang Imbral, Kepala Dispora Sumbar Mahdianur, Kepala Bidang Pengembangan Pemuda Dispora Ilmi, serta Wakil Bupati Padang Pariaman.

Sebanyak 90 peserta dari berbagai daerah di Sumatera Barat mengikuti pelatihan yang merupakan program hasil usulan pokok pikiran (pokir) Wakil Ketua DPRD Sumbar Nanda Satria.

Wakil Ketua DPRD Sumbar Nanda Satria mengatakan, pelatihan digital marketing merupakan langkah strategis untuk membekali generasi muda dengan kemampuan yang sesuai dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar kerja saat ini.

“Pelatihan digital marketing ini merupakan kegiatan kedua yang berasal dari usulan pokok pikiran kami di DPRD Sumbar. Anak-anak muda perlu memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan memanfaatkannya untuk meningkatkan nilai ekonomi,” kata Nanda kepada beritamerdekaonline.com di Mifan Padang Panjang, Minggu (24/5/2026).

Menurut Nanda, perkembangan teknologi digital harus dipandang sebagai peluang, bukan ancaman. Melalui pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi tentang pemasaran digital, strategi membangun merek (branding), pembuatan konten kreatif, hingga pemanfaatan platform media sosial seperti TikTok sebagai sarana promosi dan pengembangan usaha.

Ia mengungkapkan, minat generasi muda terhadap pelatihan digital marketing sangat tinggi. Pada pelaksanaan tahun sebelumnya, jumlah pendaftar mencapai sekitar 1.000 orang pada gelombang pertama dan sekitar 850 orang pada gelombang kedua.

“Banyak anak muda yang ingin mendapatkan keterampilan digital marketing. Mereka tidak hanya diajarkan membuat konten, tetapi juga bagaimana konten tersebut memiliki nilai ekonomi dan dapat menghasilkan pendapatan,” ujarnya.

Nanda menjelaskan, program pelatihan tidak berhenti setelah kegiatan selama tiga hari. Para peserta akan mengikuti proses pendampingan lanjutan melalui program inkubasi yang bekerja sama dengan Haluan Digital Agency. Melalui program tersebut, peserta akan mendapatkan pembinaan tambahan sekaligus akses ke jaringan industri dan pasar yang lebih luas.

Menurut dia, peserta yang menunjukkan kemampuan terbaik berpeluang mendapatkan kesempatan bekerja sama dengan berbagai merek dan pelaku usaha yang telah menjadi mitra Haluan Digital Agency. Dengan pola tersebut, peserta tidak hanya memperoleh keterampilan, tetapi juga peluang untuk langsung terhubung dengan kebutuhan pasar.

Ia menambahkan, sejumlah alumni pelatihan tahun sebelumnya telah mengalami peningkatan pendapatan yang signifikan. Beberapa peserta yang sebelumnya hanya memperoleh penghasilan tambahan di bawah Rp500 ribu per bulan kini mampu menghasilkan pendapatan antara Rp3 juta hingga Rp5 juta per bulan dari aktivitas pemasaran digital dan pembuatan konten.

Lebih lanjut, Nanda menilai penguatan keterampilan digital menjadi salah satu kunci dalam menghadapi bonus demografi Indonesia. Menurutnya, bonus demografi dapat berubah menjadi tantangan apabila generasi muda tidak dibekali kompetensi yang memadai.

“Bonus demografi harus diiringi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Jika anak-anak muda tidak dibekali keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan zaman, dikhawatirkan justru akan menjadi bencana demografi,” katanya.

Selain meningkatkan kapasitas individu, program tersebut juga diarahkan untuk mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Peserta akan dibimbing untuk meningkatkan skala usahanya secara bertahap, mulai dari usaha mikro menjadi usaha kecil, kemudian berkembang menjadi usaha menengah hingga usaha besar.

Melalui pelatihan digital marketing ini, Nanda berharap semakin banyak lahir talenta-talenta digital muda yang mampu menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat daya saing daerah di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital.

(Charles Nasution)