Bengkulu, Beritamerdekaonline.com – Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Bengkulu menggelar Pelatihan Peningkatan Keselamatan Wisata bertajuk “Manajemen Safety Risk pada Aktivitas Wisata Bahari dan Tirta” di Two K Azana Style Hotel Bengkulu. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan para pelaku wisata dalam mengelola risiko keselamatan pada destinasi wisata berbasis laut dan air.

Perkuat Keselamatan Wisata Bahari, Dispar Provinsi Bengkulu Gelar Pelatihan Manajemen Risiko bagi Pelaku Pariwisata Air.


‎Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu, Murlin Hanizar, S.P., M.Si., mengatakan bahwa pelatihan tersebut merupakan bentuk pembekalan bagi para pengelola dan pelaku wisata yang berkaitan langsung dengan aktivitas bahari dan tirta.

‎“Pada hari ini kami melaksanakan kegiatan pelatihan atau pembekalan dengan tema manajemen risiko bagi pengelola pariwisata yang berhubungan dengan laut dan air. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai aspek keselamatan yang harus menjadi prioritas dalam pengelolaan destinasi wisata,” ujar Murlin Hanizar, Kamis (11/6/2026).

‎Peserta pelatihan berasal dari berbagai unsur pelaku wisata air di Bengkulu, di antaranya Federasi Arung Jeram, komunitas penyelaman, pelaku olahraga selancar ombak, serta berbagai organisasi dan asosiasi pariwisata yang bergerak di sektor wisata bahari dan tirta. Selain itu, sejumlah pelaku usaha perjalanan wisata dan mitra pariwisata lainnya turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

‎Menurut Murlin, pelatihan ini merupakan bagian dari program yang mendapatkan dukungan alokasi kegiatan dari pemerintah pusat sebagai upaya memperkuat kualitas dan keamanan sektor pariwisata daerah. Kegiatan dilaksanakan selama tiga hari dengan pembagian materi berupa dua hari sesi teori dan satu hari praktik lapangan yang akan dilaksanakan di kawasan wisata MD Land.

‎“Selama dua hari peserta akan mendapatkan materi teori, kemudian satu hari praktik lapangan. Dalam praktik tersebut peserta akan mempelajari teknik penyelamatan dan penanganan kondisi darurat yang mungkin terjadi dalam aktivitas wisata air dan laut,” jelasnya.

‎Menariknya, materi pelatihan tidak hanya disampaikan oleh unsur pariwisata, tetapi juga melibatkan lembaga yang memiliki kompetensi khusus di bidang keselamatan dan kebencanaan. Narasumber berasal dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).

‎BMKG memberikan pembekalan terkait pemanfaatan informasi cuaca, pemahaman kondisi alam, serta langkah-langkah mitigasi risiko yang harus dilakukan oleh pelaku wisata. Sementara itu, Basarnas memberikan materi mengenai prosedur pertolongan, evakuasi, dan penyelamatan apabila terjadi kecelakaan atau keadaan darurat di kawasan wisata.

‎Murlin menegaskan bahwa Dispar Bengkulu berperan sebagai fasilitator dalam memperkuat kolaborasi antarinstansi guna menciptakan destinasi wisata yang aman dan nyaman bagi wisatawan.

‎“Harapan kami, pariwisata Bengkulu semakin ramai dikunjungi wisatawan. Namun, di sisi lain, unsur keselamatan harus tetap menjadi perhatian utama. Melalui pelatihan ini, para pengelola wisata bahari dan tirta memiliki bekal yang memadai untuk menjaga keamanan pengunjung sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan wisata,” tutupnya.

‎Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Bengkulu berharap seluruh pelaku wisata dapat menerapkan standar keselamatan yang lebih baik sehingga sektor pariwisata daerah terus berkembang secara berkelanjutan, aman, dan profesional.


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.