DEMAK | Berita Merdeka Online – Menteri Pertahanan RI, Jenderal TNI (Purn.) Sjafrie Sjamsoeddin, memberikan pembekalan kepada prajurit muda Yonif Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 937/Satria Kalijaga saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Demak, Jumat (3/7/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Menhan menegaskan pentingnya menjaga jati diri sebagai prajurit yang profesional sekaligus tetap dekat dengan masyarakat.
Kunjungan diawali dengan penyambutan Menhan beserta rombongan di Pangkalan Udara Utama Angkatan Darat (Lanumad) Ahmad Yani, Semarang, oleh Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han.
Selanjutnya, rombongan menuju Demak untuk meninjau perkembangan pembangunan pangkalan serta bertatap muka dengan para prajurit Yonif TP 937/Satria Kalijaga.
Dalam kegiatan tersebut, Menhan didampingi Kasdam IV/Diponegoro Brigjen TNI M. Andhy Kusuma, S.Sos., M.M., M.Han., CFrA. Hadir pula Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R., S.Sos., M.Si., Wakasad Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa, serta Kepala Badan Logistik Pertahanan Marsdya TNI Yusuf Jauhari, S.Sos., M.Eng.
Menhan menyampaikan bahwa kehadirannya bertujuan melihat secara langsung kesiapan, semangat, dan karakter para prajurit muda yang akan menjadi fondasi kekuatan satuan baru TNI Angkatan Darat di masa mendatang.
Dalam arahannya, Sjafrie mengingatkan bahwa Yonif TP 937/Satria Kalijaga berdiri di wilayah Demak yang memiliki sejarah serta nilai religius yang kuat.
Karena itu, nama “Satria Kalijaga” diharapkan menjadi inspirasi bagi setiap prajurit untuk meneladani sikap yang dekat dengan masyarakat, menjaga keharmonisan, serta mampu memberikan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi warga.
Ia juga menegaskan bahwa TNI berasal dari rakyat dan seluruh pengabdiannya ditujukan untuk kepentingan bangsa dan negara.
Oleh sebab itu, kemampuan tempur harus terus diasah melalui latihan yang disiplin, termasuk penguasaan teknik menembak, patroli, dan kemampuan dasar kemiliteran lainnya guna menghadapi berbagai ancaman terhadap kedaulatan negara.
“Kamu harus siap untuk membela rakyat dari Sabang sampai Merauke, kamu harus siap membela Negara Kesatuan Republik Indonesia dari Sabang sampai Merauke,” tegas Menhan.
Selain itu, Menhan mengingatkan agar setiap prajurit infanteri memiliki mental yang tangguh serta siap menjalankan penugasan di seluruh wilayah Indonesia.
Profesionalisme harus berjalan seiring dengan semangat persatuan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.
Menutup arahannya, Menhan meminta seluruh prajurit menjadikan 8 Wajib TNI sebagai pedoman dalam setiap pelaksanaan tugas, bukan sekadar hafalan, tetapi nilai yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kodam IV/Diponegoro menilai kunjungan Menhan menjadi motivasi besar bagi prajurit Yonif TP 937/Satria Kalijaga.
Diharapkan, pembekalan tersebut mampu membentuk prajurit yang andal di medan tugas, berintegritas, serta senantiasa hadir sebagai pelindung dan pengayom masyarakat. (liem)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan