MAJALENGKA, BMO Di tengah perkembangan industri makanan dan persaingan produk modern, sebuah usaha rumahan opak ketan di Desa Sepat, Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, terus mempertahankan resep keluarga yang diwariskan secara turun-temurun.

Usaha tersebut dikelola oleh seorang pelaku usaha mikro yang dalam pemberitaan ini disebut Ibu K. Berbeda dari opak ketan pada umumnya yang banyak dibuat dalam bentuk bulat, produk yang dihasilkan keluarga tersebut memiliki ciri khas tersendiri, yakni berbentuk kotak dengan cita rasa yang dipertahankan dari resep warisan keluarga.

Saat ditemui di rumah yang sekaligus menjadi tempat produksi, Ibu K menceritakan perjuangannya dalam melanjutkan usaha keluarga. Setelah sang ayah meninggal dunia dan ibunya mengalami sakit, ia berupaya mempertahankan usaha opak ketan yang telah menjadi bagian dari mata pencaharian keluarganya.

Meski menghadapi berbagai keterbatasan, Ibu K mengaku tidak ingin warisan usaha tersebut berhenti begitu saja. Ia terus memproduksi opak ketan dengan kemampuan yang dimiliki, meskipun perjalanan mempertahankan usaha rumahan tersebut tidak selalu berjalan mudah.

Pelaku UMKM di Desa Sepat, Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Majalengka, memproduksi opak ketan khas berbentuk kotak dengan resep warisan keluarga.

 

“Usaha ini merupakan warisan keluarga yang saya coba pertahankan. Walaupun banyak kendala dan terkadang harus jatuh bangun, saya tetap berusaha untuk terus memproduksi opak ketan ini,” ujar Ibu K kepada Berita Merdeka Online, Senin (3/8/2026).

Menurutnya, kebutuhan modal menjadi salah satu tantangan yang dihadapi dalam mengembangkan usaha. Tambahan modal diperlukan, antara lain, untuk memperbaiki ruang produksi, memenuhi kebutuhan bahan baku, serta meningkatkan kualitas kemasan produk agar lebih menarik dan memiliki daya saing.

Ibu K berharap pemerintah daerah melalui perangkat daerah atau instansi terkait dapat memberikan perhatian kepada pelaku usaha kecil yang berupaya mempertahankan dan mengembangkan produk lokal.

Ia berharap adanya akses terhadap program pembinaan, pendampingan, permodalan atau fasilitas lain yang sesuai dengan ketentuan dan persyaratan yang berlaku.

“Harapan saya, ada perhatian dan dukungan untuk usaha kecil seperti kami. Jika ada bantuan atau akses permodalan yang sesuai dengan program pemerintah, tentu akan sangat membantu untuk memperbaiki tempat produksi dan menambah bahan baku,” katanya.

Selama menjalankan usaha tersebut, Ibu K mengaku belum menerima bantuan khusus untuk pengembangan produksi opak ketan yang dikelolanya. Karena itu, ia berharap produk pangan tradisional seperti opak ketan khas Majalengka dapat memperoleh perhatian sebagai bagian dari pengembangan ekonomi masyarakat dan pelestarian kuliner lokal.

 

Mempertahankan UMKM dan Produk Lokal

Usaha opak ketan yang dikelola Ibu K merupakan kegiatan usaha produktif berskala rumahan. Sektor usaha mikro, kecil dan menengah memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi masyarakat, termasuk dalam membuka peluang usaha dan mempertahankan produk-produk khas daerah.

Dalam pengembangannya, pelaku UMKM dapat memanfaatkan berbagai bentuk dukungan yang tersedia melalui program pemerintah, pemerintah daerah, lembaga keuangan maupun pihak terkait lainnya. Bentuk dukungan dapat berupa pembinaan, pelatihan, fasilitasi legalitas usaha, peningkatan pemasaran hingga akses pembiayaan, sesuai dengan program dan persyaratan yang berlaku.

Bagi Ibu K, mempertahankan usaha opak ketan bukan hanya persoalan mencari penghasilan. Usaha tersebut juga menjadi upaya menjaga resep keluarga dan mempertahankan makanan tradisional agar tetap dikenal oleh masyarakat.

Di tengah tanggung jawabnya menopang perekonomian keluarga, ia terus berusaha menjaga kualitas rasa dan mengembangkan tampilan kemasan produk.

Harapannya, opak ketan khas yang diproduksi secara turun-temurun tersebut tidak hanya bertahan sebagai usaha rumahan, tetapi juga dapat berkembang menjadi salah satu pilihan camilan dan oleh-oleh khas dari Kabupaten Majalengka.

Dengan semangat mempertahankan warisan keluarga, Ibu K terus melanjutkan produksi opak ketan di rumahnya. Dukungan terhadap pelaku usaha kecil dan produk pangan lokal diharapkan dapat membuka peluang lebih besar bagi UMKM untuk berkembang tanpa meninggalkan identitas dan cita rasa khas daerah.

Berita Merdeka Online
Teddi Triyadi HK


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.