‎Bengkulu, Beritamerdekaonline.com — Aliansi Serikat Pekerja/Serikat Buruh Bengkulu menunda rencana aksi di gudang Alfamart setelah pihak perusahaan meminta waktu untuk berkomunikasi dengan manajemen pusat di Jakarta terkait persoalan yang menjadi perhatian para pekerja.

‎Aliansi Serikat Buruh Bengkulu saat bertemu pihak manajemen Alfamart Bengkulu dan jajaran Pemerintah Kota Bengkulu.


‎Ketua Aliansi Serikat Pekerja/Serikat Buruh Bengkulu, Rendra Ginting, SP., mengatakan, pihaknya telah menyampaikan secara langsung kronologi persoalan kepada pihak Alfamart. Penjelasan tersebut menjadi bahan komunikasi perusahaan dengan manajemen pusat sebelum keputusan disampaikan kepada aliansi pekerja.

‎”Artinya sudah kita kasih tahu kronologinya semua. Pihak Alfamart meminta waktu, mereka akan berkomunikasi dengan orang Jakarta. Nanti kalau sudah dikomunikasikan ke Jakarta, hasilnya disampaikan kepada kita,” kata Rendra.

‎Menurut Rendra, pihak aliansi sebelumnya merencanakan aksi di gudang Alfamart pada 12 September. Namun, rencana tersebut ditunda selama 10 hari untuk memberikan kesempatan kepada perusahaan menyelesaikan persoalan melalui komunikasi dengan manajemen pusat.

‎Penundaan itu, kata dia, merupakan bentuk kesempatan yang diberikan kepada pihak perusahaan untuk mencari penyelesaian terhadap persoalan yang dipermasalahkan para pekerja.

‎Rendra menegaskan, Aliansi Serikat Pekerja/Serikat Buruh Bengkulu tetap akan memperjuangkan kepentingan pekerja apabila tidak terdapat keputusan yang dinilai mampu mengakomodasi hak-hak mereka.

‎”Kalau tidak ada keputusan, ya kami memperjuangkan hak pekerja,” tegasnya.

‎Selain persoalan yang berkaitan dengan aktivitas parkir di area Alfamart, Rendra menyoroti kondisi lapangan pekerjaan di Bengkulu yang menurutnya masih terbatas. Ia menilai keberadaan perusahaan yang mampu menyediakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat memiliki arti penting bagi perekonomian daerah.

‎Rendra menyebut sekitar 160 orang yang bekerja menjadi bagian penting dari masyarakat Kota Bengkulu yang membutuhkan kesempatan kerja. Karena itu, menurutnya, penyelesaian persoalan antara pekerja dan perusahaan perlu dilakukan dengan mempertimbangkan keberlangsungan pekerjaan.

‎”Kita perlu tahu, di Bengkulu ini tidak banyak lapangan kerja. Jadi dengan adanya 160 orang yang bisa bekerja itu sudah alhamdulillah sekali untuk warga Kota Bengkulu,” ujarnya.

‎Sementara itu, Aliansi Serikat Pekerja/Serikat Buruh Bengkulu menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Wali Kota Bengkulu pada Kamis (10/9). Aksi tersebut menjadi bagian dari upaya aliansi menyampaikan aspirasi dan memperjuangkan kepentingan para pekerja.

‎Dengan adanya penundaan aksi di gudang Alfamart, aliansi kini menunggu hasil komunikasi pihak perusahaan dengan manajemen pusat di Jakarta. Keputusan tersebut nantinya akan menjadi dasar bagi pekerja untuk menentukan langkah selanjutnya dalam memperjuangkan kepentingan mereka.


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.