DENPASAR, Berita Merdeka Online – Pusat Pendidikan Manajemen (Pusdikmin) Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri menggelar visitasi ke sejumlah instansi di Provinsi Bali sebagai bagian dari Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Tahun 2026 Angkatan XXVI “Rajawali”, Kamis (10/9/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kepala Pusdikmin Lemdiklat Polri Kombes Pol Ruli Agus Pramono, S.I.K., M.H., bersama 65 peserta didik PKN Tingkat II Angkatan XXVI.
Visitasi ini mengusung tema “Kepemimpinan Adaptif dalam Transformasi Ekonomi Kreatif untuk Memperkuat Ketahanan Nasional”.
Tema tersebut menjadi pijakan peserta dalam melihat berbagai praktik pengembangan ekonomi kreatif di daerah.
Para peserta dibagi menjadi empat kelompok dan mengunjungi sejumlah lokus, yakni Ditreskrimsus Polda Bali, Polresta Denpasar, Pemerintah Kota Denpasar, serta Pemerintah Kabupaten Gianyar.
Selama kegiatan, peserta tidak hanya melakukan pengamatan, tetapi juga menggali informasi secara langsung mengenai perkembangan sektor UMKM dan pariwisata.
Untuk sektor UMKM, peserta berdiskusi dengan jajaran Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Koperasi serta Dinas Pariwisata.
Pembahasan mencakup pengembangan ekonomi kreatif, sentra kerajinan, desa wisata, strategi pemasaran, hingga berbagai kendala yang masih ditemukan di lapangan.
Sementara sektor pariwisata menjadi perhatian dalam kaitannya dengan penguatan ekonomi kreatif.
Peserta mendalami pemanfaatan sekaligus perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), strategi promosi destinasi, digitalisasi sektor pariwisata, serta persoalan yang menjadi tantangan dalam pengembangannya.
Melalui visitasi tersebut, peserta diharapkan memperoleh gambaran nyata mengenai pola kepemimpinan dan inovasi yang diterapkan pemerintah maupun institusi di daerah.
Kombes Pol Ruli Agus Pramono berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada proses pembelajaran bagi peserta PKN.
Hasil visitasi diharapkan juga dapat memberikan manfaat bagi instansi dan daerah yang menjadi lokasi kunjungan.
Menurutnya, pengalaman lapangan tersebut penting untuk memperkuat perspektif kepemimpinan adaptif.
Hal itu sekaligus mendukung upaya transformasi ekonomi kreatif sebagai bagian dari penguatan ketahanan nasional.
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan