Bengkulu, Beritamerdekaonline.com — Dalam rangka memperingati Bulan Bahasa dan Sastra Tahun 2025, Balai Bahasa Provinsi Bengkulu menggelar rangkaian kegiatan bertema “Bahasa Indonesia Berdaulat, Indonesia Maju” dengan semangat “Bangga, Mahir, dan Maju dengan Bahasa Indonesia.” Kegiatan ini diikuti oleh 150 peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu yang berkompetisi dalam tiga cabang lomba, yaitu Membaca Nyaring tingkat Sekolah Dasar, Membaca Puisi tingkat SMP/MTs, serta Komedi Tunggal bagi pelajar dan mahasiswa.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Bengkulu, Andriana Yohan, S.S., M.A., menyampaikan bahwa setiap bulan Oktober bangsa Indonesia memperingati Sumpah Pemuda, peristiwa bersejarah pada 28 Oktober 1928 yang menegaskan tekad para pemuda untuk bertanah air satu, berbangsa satu, dan berbahasa satu, yaitu bahasa Indonesia. Menurutnya, semangat kebangsaan dan kebahasaan tersebut harus terus diwariskan kepada generasi penerus.
”Sumpah Pemuda bukan sekadar peristiwa sejarah, tetapi manifestasi semangat persatuan, kebangsaan, dan kebahasaan yang perlu terus kita jaga. Bahasa Indonesia adalah perekat bangsa, penguat karakter, dan sarana menuju kemajuan,” ujar Andriana Yohan dalam sambutannya pada pembukaan acara, di Hotel Nala Bengkulu, Selasa (21/10).
Ia menambahkan bahwa peringatan Bulan Bahasa dan Sastra yang diprakarsai sejak tahun 1980 oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) merupakan bentuk penghargaan terhadap semangat tersebut. Kegiatan ini menjadi wadah untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya berbahasa Indonesia dengan baik dan benar, melestarikan bahasa daerah sebagai identitas budaya, serta mengapresiasi karya sastra sebagai cerminan kehidupan dan peradaban bangsa.
Melalui kegiatan ini, Balai Bahasa Provinsi Bengkulu juga mengajak masyarakat untuk:
1. Mengutamakan penggunaan bahasa Indonesia dalam ruang publik dan kegiatan resmi.
2. Melestarikan bahasa daerah sebagai bagian dari kekayaan budaya lokal.
3. Menguasai bahasa asing untuk memperluas wawasan dan daya saing global.
Selain lomba, kegiatan Bulan Bahasa dan Sastra tahun ini juga diisi dengan diskusi sastra, lokakarya kebahasaan, serta pameran literasi. Harapannya, kegiatan ini dapat menumbuhkan kecintaan masyarakat, terutama generasi muda, terhadap bahasa dan sastra Indonesia.
“Kami berharap lahir generasi muda Bengkulu yang bangga menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa daerahnya, melahirkan karya sastra yang mencerminkan kearifan lokal, serta meningkatkan budaya literasi di masyarakat,” tutur Andriana Yohan menutup sambutannya.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, Rainer Ratu, S.E., M.M., menyambut baik kegiatan ini. Ia menyampaikan bahwa peringatan Bulan Bahasa dan Sastra selalu menjadi momen yang ditunggu para pegiat bahasa dan sastra karena menjadi ajang berkompetisi sekaligus berpartisipasi untuk menghadirkan karya terbaik.
“Selain lomba, tahun ini juga akan diluncurkan produk-produk terbaru dari Badan Bahasa yang dapat menjadi rujukan penting dalam bidang bahasa dan sastra,” kata Rainer, sekaligus membuka resmi kegiatan tersebut.
Ia menegaskan bahwa setiap Oktober tidak hanya menjadi momentum memperingati Sumpah Pemuda, tetapi juga waktu untuk menegaskan kembali komitmen menjaga bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.
Lebih lanjut, Rainer mengajak seluruh peserta untuk menjadikan tema “Bahasa Indonesia Berdaulat, Indonesia Maju” sebagai pengingat pentingnya berbangga menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan, administrasi, dan media.
“Bahasa Indonesia harus menjadi perantara ilmu pengetahuan dan teknologi agar dapat diakses seluruh lapisan masyarakat. Kita juga perlu mendukung upaya internasionalisasi bahasa Indonesia agar semakin dikenal di dunia,” tambahnya.
Kegiatan tersebut diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperjuangkan kedaulatan bahasa serta mengukuhkan Indonesia sebagai bangsa yang maju, bermartabat, dan berbudaya.

Tinggalkan Balasan