SRAGEN, Berita Merdeka Online – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 Kodim 0725/Sragen tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur di Desa Puro, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen, tetapi juga memperkuat hubungan kekeluargaan antara prajurit TNI dan masyarakat setempat.
Selama pelaksanaan TMMD berlangsung, personel Satgas memilih tinggal dan beristirahat di rumah-rumah warga.
Meski dengan fasilitas sederhana, para prajurit tetap merasa nyaman karena warga menyambut mereka dengan penuh kehangatan dan rasa kekeluargaan.
Suasana pedesaan yang akrab dan penuh gotong royong menjadi pengalaman tersendiri bagi anggota Satgas.
Mereka merasakan langsung kehidupan masyarakat desa yang sarat dengan kebersamaan, kepedulian, serta semangat saling membantu dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu warga, Sri Indriastuti (65), mengaku senang karena rumahnya menjadi tempat singgah bagi personel Satgas TMMD.
Ia merasa bangga bisa ikut berkontribusi dalam kegiatan pembangunan desa melalui TMMD.
“Kulo seneng, Pak. Wong TNI niku ramah-ramah, sopan, lan ora sungkan. Rasane koyo nduwe anak dewe,” ujar Sri dengan penuh haru.
Menurutnya, kehadiran anggota TNI di rumahnya membuat suasana menjadi lebih hidup.
Setiap hari mereka saling berbincang, minum kopi bersama, hingga berbagi cerita ringan yang semakin mendekatkan hubungan antara TNI dan warga.
“Kadang ngobrol bareng, ngopi bareng, ketawa bareng. Senajan turune sederhana, nanging kebersamaane niku sing nggawe nyaman,” tambahnya.
Salah satu personel Satgas TMMD juga mengatakan bahwa tinggal bersama masyarakat memberikan semangat tambahan dalam menjalankan tugas.
Sambutan hangat warga menjadi motivasi agar pekerjaan pembangunan berjalan maksimal dan manfaatnya segera dirasakan oleh masyarakat.
Menurutnya, kebersamaan yang terjalin selama TMMD menjadi bukti nyata kemanunggalan TNI dan rakyat.
Program ini tidak hanya membangun jalan, fasilitas umum, maupun sarana desa lainnya, tetapi juga membangun hubungan sosial yang erat antara prajurit dan masyarakat.
TMMD Reguler ke-128 pun menjadi wujud nyata bahwa pembangunan desa tidak hanya soal fisik, tetapi juga memperkuat persaudaraan, solidaritas, dan semangat gotong royong demi kemajuan bersama.




Tinggalkan Balasan