Limapuluh Kota, ( Sumbar ) Beritamerdekaonline.com —
HUJAN yang berjepanjangan terjadi sejak pagi Jum’at ( 2/2 ) sampai habis sholat Jum’at, terjadi penumpukan air di lahan kebun rumput milik BPTU SP Padang Mengatas.

Penumpukan air terjadi dengan volume sangat besar, karena di sekeliling lahan dipagari dengan beton sehingga air tidak bisa serta merta mengalir ke tempat yang lebih rendah.
Pagar tembok akhirnya tidak kuat menahan air yang sudah banyak menumpuk akhirnya menjebol pagar dan terjadilah banjir bandang yang berakibat beberapa rumah warga dilanda air tersebut dan sejumlah kebun, jalan , sawah serta tebat ikan rusak.

Lebih parah yang dialami oleh Een Sumarni yang telah jadi langganan banjir rumahnya telah enam.kali terjadi, banjir yang tanggal 2/2 itu melewati besarnya dari yang sudah-sudah.
Atas kejadian bencana alam ini, sampai berita ini diturunkan belum ada pihak yang berkepentingan menangani kasus ini.

Beberapa warga jorong Indobaleh Barat nagari Mungo atas kejadian ini telah diberitahukan kepada pimpinan BPTU SP Padang Mengatas, namun belim ada solusi baginya untuk mengatasi hal tersebut. Demikian juga bantuan terhadap yang terkena musibah belum ada.

Merunut kepada masa-masa lalu, sebelum dilakukan pemagaran dengan tembok tidak pernah terjadi banjir seperti sekarang. Karena sejak zaman penjajahan Belanda ateal ini hanya dipagar dengan kawat berduri. Setiap terjadi hujan sevesar apapun tidak pernah terjadi banjir. Sebab air lansung mengalir ketempat yang rendah.

Terjadinya pemagaran dengan tembok ini, ceritanya agar warga Mungo tidak bisa masuk ke areal BPTU SP.

Kini akibat kebijakan yang tidak bijak tersebut warga jadi dasaran bencana yang tidak tentu kapan berakhirnya, karena pihak BPTU SP tidak mampu mengatasi bencana yang selalu menghantui warga.

Setiap terjadi banjir bandang serupa ini, bukan saja jorong Indobaleh Barat dan timur yang menanggung musibah, juga dirasakan oleh Bukit Sikumpar.(NS)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.