Aceh Tengah, Beritamerdekaonline.com – Seperti sedang reuni, mengingat kenangan masa menjabat sebagai Plt. Bupati Aceh Tengah delapan tahun yang lalu, Rabu (8/7/2020) kemarin, Kepala Dinas Peridustrian dan Perdagangan Aceh, Ir. Mohd. Tanwir, berkunjung ke Dataran Tinggi Gayo dengan beberapa agenda. Inilah kunjungan pertamanya ke kabupaten Aceh Tengah sejak dilantik sebagai Kadis Perindag Aceh, 11 juni 2020 yang lalu. Kadis Perindag Aceh ini hadir di Takengon didampingi oleh Penasehat Khusus (Pensus) Gubernur Aceh, Win Kaka.

Tanwir yang akrab disapa Baong ini, kemarin sempat bersilaturrahmi dengan para pengusaha dan pengrajin rokok di daerah ini sambil menikmati kopi Gayo di kawasan wisata Pantan Terong. Menurut Baong, rokok yang diproduksi oleh anak-anak muda di Gayo ini spesifik dan hanya ada disini, karena dibuat dari tembakau hijau hasil produksi petani di Dataran Gayo ini. Tidak seperti tembakau olahan lainnya yang berwarna hitam atau coklat, tembakau Gayo ini dengan sistem pengolahan khusus, tetap bertahan dengan warna hijaunya.

Menurut Baong, ini yang membuat rokok tembakau hijau ini berbeda dengan rokok lainnya, dan ini bisa jadi tren dimasa-masa yang akan datang.

“Dari dulu, sebenarnya Gayo ini potensial untuk pengembangan komoditi tembakau, tapi baru sekarang ada kreativitas anak-anak muda disini untuk mengolahnya menjadi rokok tembakau hijau, ini cuma ada disini dan saya yakin prospeknya kedepan cukup baik, karena rokok ini berbeda dengan rokok biasa dan orang jadi penasaran untuk mencobanya, ini prospek ekonomi yang sangat bagus untuk Gayo.” ungkap Baong.

Selain bersilaturahmi dengan para pengrajin rokok tembako hijau (dalam bahasa Gayo disebut bako ijo), Baong yang cukup dikenal oleh masyarakat kabupaten Aceh Tengah ini juga berkesempatan mengunjungi pabrik pengolahan cerutu Gayo Mountain Cigar di kawasan Pegasing. Selain menghasilkan tembakau rokok, ternyata tembakau Gayo varietas White Burley, sangat cocok diolah menjadi cerutu dengan kualitas terbaik. Menurut penuturan pengusaha cerutu di Aceh Tengah yang dikunjungi Baong, produk mereka sudah mulai dikenal di luar daerah, bahkan sudah diekspor ke luar negeri.

“Ini peluang bagus lagi, tembakau Gayo ternyata bisa dibuat menjadi cerutu berkualitas baik, ini peluang ekonomi bagi masyarakat disini, kami akan berupaya memfasilitasi pemasaran produk ini.” pungkas Baong.

Dalam kunjungan perdananya selaku Kadis Perindag Aceh, Baong juga mengunjungi Pasar Paya Ilang untuk meninjau beberapa proyek pembangunan pasar tersebut yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) tahun 2020 ini. (Man)

Editor: (Mitra Pizer)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.