Duduk bersama di bangku-bangku pelataran. Di satu titik favorit Kadai Nissa.
Lubuk Basung, Agam, Berita Merdeka Online – Jangan sangka pensiun berarti berhenti bergerak. Buktinya ada di GOR Rang Agam, Lubuk Basung, Jumat pagi (18/09/2026).
Sejak pukul 07.00 WIB, puluhan Bapak-bapak dan Ibuk-ibuk pensiunan, pedagang, dan warga sekitar tumpah ruah di pelataran GOR. Mereka bukan mau senam berat. Mereka hanya jalan santai. Satiok pagi, tanpa absen.
Tapi ada yang beda pada Jumat pagi ini.
Setelah keringat mengucur dan langkah kaki selesai mengelilingi GOR, mereka tidak langsung pulang. Mereka berkumpul. Duduk bersama di bangku-bangku pelataran. Di satu titik favorit Kadai Nissa.
Di sanalah cerita dimulai.
Gelas-gelas teh hangat mengepul. Pisang ranum dan jambu segar tersaji di tengah-tengah. Tidak mewah, tapi justru di situlah letak nikmatnya. Sambil menyeruput teh, mereka tertawa lepas, berbagi kabar anak cucu, sampai membahas harga di pasar.
“Tubuh kami memang sudah tuo, tapi semangat kami masih mudo. Habis jalan santai, minum teh, makan pisang jo jambu di Kadai Nissa, raso capek hilang. Yang tinggal semangat dan bahagia,” kata salah seorang Ibuk sambil tertawa.
Kadai Nissa kini bukan sekadar warung. Ia sudah menjadi _basecamp kebahagiaan_. Tempat di mana silaturahmi dirawat, bukan hanya kesehatan yang dijaga.
Ketua kelompok jalan santai mengatakan, kegiatan ini adalah obat awet muda termurah.

“Tak perlu biaya mahal. Cukup jalan kaki, duduk bersama, dan saling menyapa. Ini yang membuat kami sehat lahir dan batin,” ujarnya.
Kisah sederhana di GOR Rang Agam Jumat pagi ini menjadi bukti, bahwa sehat tidak selalu tentang alat olahraga canggih. Sehat adalah tentang kebersamaan, tawa, dan segelas teh hangat bersama sahabat di Kadai Nissa. (KN)
Badan Sehat, Silaturahmi Erat!
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan