Mamuju, Berita Merdeka Online – Proyek pembangunan Sekolah Dasar (SD) Saluppea di Desa Saludengen, Kecamatan Tommo, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, yang dimulai pada tahun 2019, hingga saat ini belum selesai. Masyarakat setempat menduga adanya praktik korupsi yang menyebabkan tertundanya penyelesaian proyek ini.
Masyarakat setempat meminta agar Tipikor Polda Sulawesi Barat melakukan penyelidikan terhadap Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala Sekolah terkait proyek ini. Mereka menduga adanya unsur kesengajaan dalam penundaan penyelesaian proyek ini, yang berpotensi sebagai tindak pidana korupsi berjamaah.
Proyek pembangunan SD Saluppea ini menghabiskan anggaran ratusan juta rupiah. Ada dugaan bahwa proyek ini mengalami mark up anggaran, sehingga meskipun dana sudah dicairkan, pembangunan belum juga selesai. Hingga kini, belum ada tanggapan dari pihak terkait mengenai kelanjutan proyek ini.
Tim investigasi dari BeritaMerdekaonline.com melakukan peninjauan langsung ke lokasi proyek pada Rabu (13 Juni 2024). Berdasarkan informasi dari masyarakat, tim investigasi menemukan bahwa laporan warga tentang ketidakselaian proyek tersebut benar adanya. Sekolah tersebut masih dalam kondisi belum selesai dibangun.
Menurut keterangan warga setempat, proyek pembangunan sekolah ini belum diselesaikan oleh kepala sekolah yang sekarang, karena merupakan peninggalan dari pejabat kepala sekolah sebelumnya, Rusli, S.Pd. Warga menyebutkan bahwa Rusli pernah berjanji untuk melanjutkan pembangunan, namun hingga saat ini janji tersebut belum terealisasi.
Seorang warga yang tidak ingin disebutkan namanya menyatakan, “Kepala sekolah yang lama, Pak Rusli, berjanji bahwa pembangunan sekolah ini akan diselesaikan. Namun, sampai sekarang janji itu belum dibuktikan.”
Ketika tim media mencoba menghubungi Kepala Dinas Pendidikan untuk mengonfirmasi masalah ini, mereka tidak berhasil menemui pejabat yang bersangkutan di kantornya. Upaya untuk menghubungi melalui telepon seluler juga tidak mendapatkan tanggapan hingga berita ini ditayangkan.
Keterlambatan penyelesaian proyek pembangunan SD Saluppea ini sangat disayangkan, mengingat pentingnya fasilitas pendidikan bagi masyarakat setempat. Ketidakselesaian proyek ini tidak hanya merugikan dari segi finansial, tetapi juga menghambat akses pendidikan bagi anak-anak di Desa Saludengen dan sekitarnya.
Masyarakat berharap agar pihak berwenang segera turun tangan untuk menyelesaikan masalah ini. Mereka meminta Tipikor Polda Sulawesi Barat untuk segera melakukan penyelidikan mendalam terhadap proyek ini. Selain itu, masyarakat juga mengharapkan adanya transparansi dan akuntabilitas dari pihak-pihak terkait, termasuk Dinas Pendidikan dan kepala sekolah, untuk menjelaskan mengapa proyek ini belum selesai dan bagaimana dana yang telah dicairkan digunakan.
Dalam konteks ini, transparansi dalam penggunaan anggaran dan pelaksanaan proyek sangat penting untuk memastikan bahwa setiap sen yang dihabiskan benar-benar digunakan untuk kepentingan masyarakat. Kasus ini juga menjadi pengingat bahwa pengawasan terhadap proyek-proyek pemerintah harus dilakukan dengan ketat untuk mencegah terjadinya korupsi dan penyalahgunaan dana.
Permasalahan seperti ini, jika tidak segera ditangani, dapat menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan instansi terkait. Oleh karena itu, penyelesaian cepat dan adil terhadap dugaan korupsi ini sangat penting untuk memulihkan kepercayaan publik dan memastikan bahwa hak masyarakat untuk mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak dapat terpenuhi.
Proyek pembangunan sekolah seharusnya menjadi prioritas utama dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan di daerah-daerah terpencil. Keterlibatan masyarakat dalam mengawasi pelaksanaan proyek juga sangat penting untuk memastikan bahwa proyek tersebut berjalan sesuai rencana dan anggaran yang telah ditetapkan.
Dengan adanya laporan dari masyarakat dan investigasi media, diharapkan pihak berwenang dapat segera mengambil tindakan tegas. Ini termasuk memanggil dan memeriksa pihak-pihak terkait, mengaudit penggunaan anggaran proyek, dan memastikan bahwa pembangunan sekolah dapat diselesaikan dengan baik.
Keseluruhan proses ini diharapkan tidak hanya menegakkan keadilan tetapi juga menjadi pelajaran bagi pelaksanaan proyek pemerintah lainnya. Pemerintah daerah dan instansi terkait harus belajar dari kasus ini dan meningkatkan sistem pengawasan serta transparansi dalam setiap proyek yang mereka jalankan untuk menghindari terulangnya kasus serupa di masa depan.
Masyarakat Desa Saludengen dan Kecamatan Tommo secara umum berharap agar pembangunan SD Saluppea dapat segera diselesaikan sehingga anak-anak mereka dapat menikmati fasilitas pendidikan yang layak dan memadai. Pendidikan adalah kunci masa depan, dan memastikan akses pendidikan yang baik adalah tanggung jawab bersama yang harus diwujudkan. (TIM)




Tinggalkan Balasan